Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Sejarah dan Jenis-jenis Aliran Musik Mancanegara

Sejarah dan Jenis-jenis Aliran Musik Mancanegara di Luar Asia - Sejarah musik mancanegara dimulai dari Yunani Kuno (675 SM-awal masehi), bangsa Yunani dikenal sebagai peletak dasar seni musik barat. Kedua adalah Abad pertengahan yaitu dari abad V - XVI, abad pertengahan berada di antara zaman akhir kerajaan Roma dan zaman bangkitnya ilmu pengetahuan serta munculnya berbagai penemuan.

Ketiga adalah Renaissance (dimulai abad XVI - XVII) artinya "terlahir kembali". Pada abad ini perkembangan musik gereja merosot, sedangkat musik duniawi mulai mendapat perhatian dan kedudukan yang sangat penting. Keempat adalah zaman Barok dan Rokoko, kemajuan pada abad ini terdapat dua aliran yang sifatnya hampir serupa. Kelima Klasik, keenam Romantik, ketujuh Peralihan, dan terakhir yaitu Modern.

Sedangkan jenis-jenis aliran musik mancanegara, berdasarkan alirannya, musik mancanegara dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu :

1. Musik Rock
2. Musik R&B
3. Musik Jazz
4. Musik Reggae dan Ska
5. Musik Pop
6. Musik Klasik

itulah beberapa sejarah dan jenis-jenis aliran musik mancanegara secara singkat, sedangkan untuk penjelasan yang lebih rincinya lagi akan dibahas di bawah ini.

Sejarah dan Jenis-jenis Aliran Musik Mancanegara



Berikut ini adalah sejarah dan jenis-jenis aliran musik mancanegara.

Sejarah Musik Mancanegara

1. Yunani Kuno (675 SM - awal masehi)


Bangsa Yunani dikenal sebagai peletak dasar seni musik barat. Mereka menyusun dua tetrachord (dan Phytagoras) yang membentuk sebuah tangga nada diatonis dalam satu oktaf.

Musik bagi bangsa Yunani berfungsi sebagai berikut:

a. Iringan upacara religius dan penyembahan dewa.
b. Iringan upacara kerajaaan.
c. Iringan drama tari, atletik, sastra, gladiator, dan hiburan sosial.
d. Iringan berperang.

Para ahli musik bangsa Yunani yang terkenal diantaranya adalah :

  • Aischylos (425-456 SM)
  • Sophocies (406-496 SM)
  • Phytagoras (505-585 SM)
  • Aristoteles (384-422 SM)
  • Aristoxenos (sekitar 325 SM).


Instrumen yang terkenal adalah lyra, kitara (petik), dan Autos (seperti oboe).

2. Abad pertengahan (Abad V - XVI)


Abad pertengahan berada di antara zaman akhri kerajaan Roma dan zaman bangkitna ilmu pengetahuan serta munculnya berbagai penemuan. Perubahan besar terjadi pada musik dunia di abad pertengahan. Musik yang dahulu terdiri dari suatu suara (monofonik) bertambah menjadi beberapa suara (polifonik).

Pada abad ini terdapat perkembangan perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik. Pencetus tulisan musik atau notasi musik adalah Guido d'Arezzo.

Paduan suara juga berkembang di Eropa Barat, serta musik Greogiran oleh Paus Greogirus.

Pelopor musik pada abad pertengahan adalah :

  1. Guillanme Dufay dari Prancis.
  2. Adam de la Halle dari Jerman.

3. Renaissance (Abad XVI - XVII)


Renaissance artinya adalah "terlahir kembali". Pada abad ini perkembangan musik dari gereja merosot, sedangkan musik duniawi mulai mendapat perhatian dan kedudukan yang amat penting. Instrumen musik  dulunya hanya sebagai pengiring lagu, mulai dibuat komposisinya. Instrumen orgel mendapat perhatian di Italia dan Jerman, sedangkan di Inggris lebih memperhatikan instrumen pendahulu piano yaitu virginal.

Komponis terpenting pada abad Renaissance adalah

  1. Frescobaldi (1583-1644) dari Italia
  2. Scheidt (1654-1857)
  3. Scheid mann (1595-1663) dari Jerman, dan
  4. Bull (1563-1628) dari Inggris.


Opera mulai berkembang dengan menggunakan permainan solo sebuah instrumen (solistis) dan koor besar.

4. Zaman Barok dan Rokoko


Istilah "barok" dan "rokoko" dipinjam dari dunia arsitektur. Kemajuan pada abad ini terdapat dua aliran yang sifatnya hampir serupa. Pada aliran Barok dan Rokoko sama-sama menggunakan ornamentik (hiasan musik). Tetapi pada aliran Barok memakan ornamentik yang diserahkan pada improvisasi spontan oleh pemain. Sedangkan pada Rokoko semua ormentik dicatat.

Komponis-komponis pada abad Barok dan Rokoko diantaranya adalah :

  1. Johan Sebastian Bach (1685-1750) dari Jerman.
  2. George Frederick haendel (1685-1759) dari London.

5. Klasik (Abad XVIII - awal abad XIX)


Istilah "klasik" dipinjam dari suatu bentuk jenis dalam dunia sastra yang memberi ciri-ciri ketaatam pada kaidah-kaidah formal bentuk dan struktur komposisi dalam mencapai keseimbangan dan kesempurnaan dari musik. Abad klasik diawali dengan sepeninggal Bach dan Handel, sekitar tahun 1750.

Komponis yang terpenting pada abad klasik ini adalah

  1. Johbn Stamitz (1717-1757)
  2. Franz Joseph Hydn (1732-1809) yang dikenal sebagai "Bapak Orkes Simforni" (100 karya) dan "Bapak Kwaret" (80 karya), dan
  3. Wolfgang Amadeus Mozart (1765-1791).


6. Romantik (Abad XIX - awal abad XX)


Musik romantik sangan mementingkan perasaan yang subjektif. Musik bukan saja digunakan untuk mencapai keindahan nada-nada, tetapi juga dipergunakan untuk mengungkapkan perasaan, sehingga banyak menggunakan dinamik dan tempo.

Komponis-komponis yang terkenal pada abad ini adalah :

  1. Ludwig Van Beethoven dari Jerman.
  2. Franz Frederick Chopin dari Polandia.
  3. Franz Peter Schubert dari Wina.
  4. Robert Alexander Schumann dari Jerman.
  5. Johannes Brahms dari Jerman.


7. Peralihan (Abad XX)


Pada zaman ini kebesaran Romantik telah selesai sepeninggal Wagner, zaman setelah Romantik bersifat membelakangi adat kebiasan pada zaman Romantik. Munculnya berbagai unsur gaya yang tegas yang menunjuk arah pembaharuan yang berarti revolusi musik.

Komponis-komponis yang terkenal zaman peralihan menuju modern adalah :

  1. Cesar Augeste Franck (1882-1890)
  2. Gustav Mahler (1860-1911)
  3. Peter llyich Tschaikovsky (1840-1893). dan
  4. Sergei Rachmaninoff (1873-1943),


8. Modern (Abad XX - Sekarang)


Musik pada zaman modern tidak mengakui adanya hukum-hukum dan peraturan-peraturan karena kemajuan IPTEK yang semakin pesat berkembang, dan berkembangnya globalisasi dunia yang berimbas pada perkembangan musik di dunia.

Komponis zaman modern antara lain :

  1. Claude Archille Debussy dari Prancis.
  2. Bella Bartok dari Hongaria.
  3. Maurice Ravel dari Prancis.
  4. Igor federovinsky dari Rusia.
  5. Edward Benyamin Britten dari Inggris.


Perkembangan lagu menyesuaikan dengan perkembangan musik pada waktu itu, kebanyakan lagu-lagu dari zaman Yunani hingga zaman peralihan berorientasi klasik atau berbentuk seriosa dengan iringan musik orkestra.


Aliran Musik Mancanegara


1. Musik Rock


Musik ini memiliki gaya rhythm and blues. Musik rock mendominasi musik populer di barat sejak tahun 1955 dan musik ini mempunyai ciri-ciri khas bervoltase tinggi.

Ciri-ciri umum musik rock adalah :

  • Tempo bervariasi,
  • Lirik lagu cenderung eksprektif,
  • Wilayah nada luas,
  • Kekuatan musik pada dinamika aransemen, dan
  • Beat cenderung keras.


Aliran-aliran musik rock adalah progressive rock, alternative rock, punk, heavy metal, hard rock, garage rock, dan rock'n roll. 

Artis atau musisi rock mancanegara, antara lain : Bon Jovi, Qeen, Greenday, My Chemichal Romance, Simple Plan, dan lain-lain.

2. Musik R&B


Musik ini didukung oleh sebagian masyarakat dari Afrika-Amerika pada awal tahun 1940. R&B pertama kali diciptakan oleh Jr. Wexler yang terkenal dengan Atlatic Records. Musik R&B cenderung mengutamakan kemampuan improvisasi melodi, khususnya vokal para penyanyi dengan harmonisasi ynag progresif.

Penyanyi dan grup vokal R&B adalah Black Eyed Peas, Beyonce, R. Kelly, dan lain-lain.

3. Musik Jazz


Musik Jazz pertama kali dikembangkan oleh bangsa dari Afrika-Amerika sekitar abad ke -20 di New Orleans, Amerika Serikat. Instrumen musiknya adalah piano, bass, drum, gitar, saxophone, trombon, dan terompet. Ciri utama musik Jazz adalah improvisasi.

Ciri-ciri musik jazz secara umum :

  • Bass Progresif (walkng bass),
  • Ritme menggantung/patah-patah (syncope),
  • Susunan melodi improvisasi,
  • Penggunaan akor dissonant, 
  • Kebanyakan instumental,
  • Improvisasi relatif bebas,
  • Kebanyakan menggunakan alat musik akustik,
  • Menggunakan standar teknologi rendah, 
  • Memiliki tingkat kesulitan harmonisasi akor tinggi, 
  • Teknik pengolahan lagu bervariasi,
  • Lagu berdurasi panjang,
  • Alat tiup dan piano mendominasi.


Pemusik Jazz, antara lain adalah : Sidney Bachet, Dexter Gorden, Louis Amstring, Wynton Marsalis, dan lain-lain.

4. Musik Reggae dan Ska


Musik Reggae merupakan perpaduan musik tradisional di kawasan Laut Karibia terutama musik mento dari Jamaika dengan musik modern barat. Musik Jamaikan bereksperimen dengan menambah pukulan drum dan pola permainan gitar bass dalam permainan musik tradisi Jamaika.

Dengan eksperimen itu, timbul sebuah gaya baru dikenal sebagai musk Ska. Tokoh musik Ska adalah Don Drum Mond. Tokoh musik Reggae antara lain adalah : Jimmy Cliff (dikenal sebagai musisi reggae) dan Bob Marley (dikenal sebagai musisi yang membawa musik reggae ke Amerika).

5. Musik Pop


Musik Pop adalah musik yang ringan, sederhana, yang disenangi masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Contoh musik pop, yaiu : musik R&B, musik Jazz, musik country, dan musik dangdut.

Penyanyi pop mancanegara antara lain adalah :

  1. Avril Lavigne.
  2. Celine Dion.
  3. Bruno Mars.
  4. Maher Zain, dan lain-lain.


6. Musik Klasik


Musik klasik adalah musik yang memilik estetika atau kendahan yang mencapai tingkat mutu yang memuaskan dan mengandung nilai seni yang sangat tinggi. Musik klasik lahir dan berkembang pada zaman setelah Barok-Rokoko yang dimulai melalui karya Joann Stamitz.

Ciri-ciri karakteristik musik klasik adalah :

  • Peralihan dinamika dari pelan menjadi keras dan sebaliknya.
  • Peralihan kecepatan dari mempercepat tempo atau menguranginya menjadi lambat dan sebaliknya.
  • Hiasan ornamen dibatasi pemakainnya,
  • Pemakain accelereando mempercepat tempo dan ritardando memperlambat tempo dalam penyajian musik.
  • Pembatasan pemakaian nada penghias.
  • Pemakaian akor trinada.


Bentuk musik sonata, simfoni, concerto,dan karya-karya lepas (pieces) mengalami pendalaman dan penyempurnaan yang ekspensif.

Baca juga : Unsur-Unsur dalam Lagu

Demikianlah artikel kali ini tentang Sejarah dan Jenis-jenis Musik Mancanegara. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber : LKS Seni Budaya dan Keterampilan kelas IX.

16 Macam-macam Aliran Seni Rupa dan Tokohnya

16 Macam-macam Aliran Seni Rupa dan Tokohnya - Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di awal abad ke-19, banyak ditemukannya bermacam-macam produk zat warna dan berbagai alat-alat yang telah menyebabkan berkembangnya kreativitas para seniman. Beberapa tokoh seniman di Indonesia yang sangat terkenal, antara lain: Afandi Amrih Yahya, Basuki Abdulah, Raden Saleh, Edi Sunaryo, P. Nyoman Togog, G. Sidharta, Kartika Rasjoyo, dan lain-lain.

Proses pembuatan seni murni yang tidak memperhitungkan berbagai fungsinya, tetapi pengungkapan jiwa sebebas-bebasnya (sepuas-puasnya). Sehingga berkembang aliran-aliran seni, yaitu Naturalisme, Surealisme, Impresionisme, Kubisme, Realisme, Eksperesionisme, Dekoratif sampai dengan Abstrak.

#16 Aliran Seni Rupa dan Tokohnya


1. Aliran Naturalisme

Aliran Naturalisme

Sebagaimana namanya, yaitu natural. Aliran naturalisme adalah aliran yang melukiskan sesuatu yang nyata dan alami seperti tampak pada aslinya. Ciri-ciri lukisan naturalisme antara lain:

  1. Lukisan meniru alam dengan sedikit perubahan
  2. Mengutamakan bentuk dan kesamaan objek
  3. Warna, proporsi, dan bentuk sesuai dengan aslinya.


Sekumpulan pelukis aliran naturalis di Indonesia diawali adanya kelompok Moi Indie, antara lain Locatelli, Rudolf Bonnet, Abdullah Soerjo Soebroto, Basoeki Abdullah, Wakidi, Le Mayeur,  dan R.M. Pirngadie. Di Indonesia yang menganut corak ini adalah Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, Basuki Abdullah, Gambir Anom, dan Trubus.

2. Aliran Realisme

Aliran Realisme

Aliran seni rupa yang kedua adalah aliran Realisme. Aliran realisme ialah aliran yang berkonsep mengemukakan kenyataan atau sesuatu yang konkret dan bersifat objektif. Di mana segalanya digambarkan seperti apa yang tampak, tidak kurang dan tidak lebih.

Aliran ini muncul sebagai suatu protes terhadap adanya aliran yang melebihi kenyataan. Aliran ini sering menampilkan figur-figur dari rakyat biasa. Tidak jauh berbeda dengan aliran naturalisme, yaitu sama-sama menggambarkan objeknya sesuai keadaan yang apa adanya tanpa dibuat-buat, namun perbedaan dengan aliran realis adalah seniman realisme mengambil objek dari kehidupan sehari-hari mereka yang benar-benar real (asli) dan tanpa ilusi.

Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan sebuah kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun. Perupa realis selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter, suasana, dilema, dan objek tertentu. Tokoh-tokoh realisme ialah: Gustove Corbert, Fransisco de Goya, dan Honore Daumier.

3. Aliran Romantisme

Aliran Romantisme
Aliran Romantisme, yaitu ciri lukisan yang menggambarkan adegan dramatis serta kaya akan perpaduan warna dan kontras. Ciri-ciri lukisan dengna aliran romantisme adalah:

  1. Lebih banyak menampilkan tema-tema kehidupan dunia misteri, cerita romantis, penuh khayal, dan perasaan, petualangan, atau tentang kejadian-kejadian pada masa kuno atau tentang negeri-negeri Timur yang fantastis.
  2. Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia.
  3. Lukisan dengan aliran romantisme berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya.
  4. Melukiskan objek yang menyangkut perilaku kehidupan.
  5. Aliran romantisme ditandai oleh kontras cahaya yang tegas, kaya dengan warna, dan komposisi yang sangat hidup.
  6. Aliran romantisme senantiasa memilah dan memilih kejadian-kejadian dahsyat sebagai tema aliran ini lebih menekankan pada bagian emosional dan tingkah laku dan sifat manusia daripada sifat yang rasional, lebih mengutamakan kepercayaan dan intuisi, bukan kecerdasan.
  7. Tentang perjuangan, tragedi, cinta kasih. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisannya.

Tokoh aliran ini di Indonesia dipelopori oleh Raden Saleh.

4. Aliran Impresionisme

Aliran Impresionisme

Adalah suatu aliran seni lukis modern yang pertama kali. Impresionisme merombak teknik melukis tradisional kuas tidak lagi disapukan tetapi dicocok-cocokkan, sehingga membentuk bintik-bintik warna. Untuk mencapai efek lukisan digunakan serangkaian warna-warna primer yang dijajarkan sehingga memperoleh kesan warna campuran.

Ciri-ciri lukisan impresionisme antara lain:
  1. Mengutamakan kesan yang dihasilkan dari sudut pandang seniman 
  2. Warna yang dilukiskan sebagai kilasan sinar yang cemerlang
  3. Objeknya berasal dari alam sekitar dan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia penganut aliran ini yaitu Kusnadi, Solichin, dan Afandi.

5. Aliran Ekspresionisme

Aliran Ekspresionisme

Aliran ekspresionisme, yaitu ciri lukisan yang penggambaran bentuknya cenderung ke arah yang menyimpang dari wujud aslinya. Ekspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin seseorang secara bebas. Bebas dalam menggali obyek yang timbul dari dunia batin, Imajinasi, dan perasaan.

Obyek-obyek di lukisan antara lain kengerian, kekerasan, kemiskinan, kesedihan dan keinginan lain dibalik tingkah laku manusia. Lukisan ini merupakan hasil ungkapan sebuah perasaan pelukisnya yang dibuat secara spontan. Ekspresionisme berpangkal pada perasaan subyektif. Kekuatan emosional pelukis dinyatakan dengan distorsi garis, bentuk, dan warna.

Aliran ekspresionisme banyak muncul di Jerman pada abad XX. Bapak ekspresionisme adalah Van Gogh. Tokohnya paling terkenal di Indonesia ialah Affandi, serta pelukis ekspresionisme yang lain seperti Rusli, dan Srihadi Sudarsono juga termasuk Zaini dan Popo Iskandar.

6. Aliran Abstrak

Aliran Abstrak

Aliran abstrak, yaitu ciri lukisan hasil ungkapan batin pelukisnya dengan bentuk penggambaran objek yang tidak dikenali lagi (hanya pelukisnya yang tahu). Abstrak sendiri adalah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan obyek dalam dunia asli, para senimannya hanya menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya. Hasilnya berupa komposisi garis, bidang, warna, dan unsur-unsur lainnya.

Tokoh aliran Abstrak di Indonesia adalah: Nashar, Fajar Sidik, Ahmad Sadali, Amri Yahya, Handrio, Hans Hartung, Zaini, dan A. D. Pirous.

7. Aliran Klasikisme

Aliran Klasikisme

Aliran klasikisme yaitu ciri lukisan yang penggambaran bentuknya dibuat sedemikian rupa (dengan penggayaan) sehingga terkesan indah dan elok. Tokoh aliran ini adalah Kartono Yudhokusumo dan Amri Yahya.

8. Aliran Pointilisme

Aliran Pointilisme

Aliran pointilisme, yaitu ciri lukisan yang dibentuk dari kumpulan titik warna, dan jika dilihat dari jarak tertentu membentuk lukisan yang realistik, ekspresif, dan artistik. Pelukis aliran ini ialah Rijaman dan Keo Budi Harijanto.

9. Aliran Pop Art

Aliran Pop Art

Aliran pop Art mula-mula berkembang di Amerika pada tahun 1956, nama aslinya adalah Popular Images. Seni ini muncul karena kejenuhan dengan seni tanpa obyek dan mengingatkan kita akan keadaan sekeliling yang telah lama kita lupakan. Dalam mengambil obyek tidak memilih-milih, apa yang mereka jumpai dijadikan obyek. Bahkan bisa saja mereka mengambil sepasang sandal disandarkan diatas rongsokan meja kemudian diatur sedemikian rupa dan akhirnya dipamerkan.

Kesan umum dari karya-karya Pop art menampilkan suasana sindiran, karikatur, humor dan apa adanya. Di Indonesia yang menganut aliran ini adalah seniman-seniman yang memproklamirkan diri: Kaum Seni Rupa Baru Indonesia.

10. Aliran Optical Art

Aliran Optical Art

Aliran seni rupa Optical Art disebut juga Retinal Art yaitu corak seni lukis yang penggambarannya merupakan susunan geometris dengan pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur. Karya ini menarik perhatian karena warnanya yang cemerlang dan seakan mengecohkan mata dengan ilusi ruang.

Tokoh corak ini salah satunya adalah AT Sitompul.

11. Aliran Trick Art

Aliran Trick Art

Aliran Trick Art merupakan seni lukis dua dimensi dengan menggunakan ilusi visual sehingga terlihat seperti nyata (tiga dimensi). Lukisan sejenis ini pertama dibuat pada 1984 oleh senima Jepang. Kazumane kenju dengan lukisan mural dinding. Lukisan itu akhirnya dapat dinikmati masyarakat luas dan pada 1991 di Museum Trick Art yang berdiri untuk pertama kalinya di dunia.

Pameran Trick Art sendiri di Indonesia pernah diselenggarakan di Grand Indonesia, West Mall lantai 5, yang berlangsung dari 2 Desember 2012 hingga 3 Februari 2013 baru-baru ini.

12. Aliran Surealisme

Aliran Surealisme

Aliran surealisme ialah aliran seni lukis yang menggambarkan sesuatu dari alam mimpi atau alam khayal (imajinasi). Di mana angan-angan dan alam khayal sangat mempengaruhi bentuk lukisan aliran ini. Pelopor Surealisme adalah Joan Miro, Salvador Dali dan Andre Masson. Di Indonesia adalah Sudibio, Sudiardjo, dan Amang Rahman.

Aliran ini cenderung melukiskan hal-hal yang khayal, intuitif atau seperti alam mimpi, sehingga bentuk yang diciptakan tampak aneh. Ciri-ciri lukisan surealisme antara lain;

  1. Tampak banyak unsur fantasi seperti alam mimpi
  2. Banyak mengungkapkan hal-hal yang aneh dan di luar sadar
  3. Ada kaitannya dengan hal-hal kejiwaan.


13. Aliran Kubisme

Aliran Kubisme

Aliran kubisme adalah aliran yang melukiskan sebuah objek lukis ke dalam bentuk geometri (bentuk-bentuk bidang). Pelopor Kubisme adalah Gezanne, Pablo Picasso, Metzinger, Braque, Albert, Glazes, Fernand Leger, Robert Dealunay, Francis Picabia, dan Juan Gris.

Aliran ini menangkap bentuk-bentuk objek alam seolah terdiri dari bidang-bidang geometris atau kubus-kubus yang tersusun baik yang berwujud besar atau kecil. Ciri-ciri lukisan kubisme antara lain;

  1. Memiliki motif persegi-persegi/kubis yang geometris
  2. Penggambaran alam dengan disederhanakan sehingga berkesan seperti bidang atau kubus-kubus
  3. Penciptaan bentuk kubis dihasilkan dari garis-garis atau warna yang bersilangan.


Tokoh pelukis beraliran kubisme antara lain: Pablo Picasso, Paul Cezane (1881-1972).

14. Aliran Klasik

Aliran Klasik

Sebutan kata klasik mengandung pengertian sifat dari suatu hal, keadaan atau kejadian pada masa lalu yang mengalami puncak kejayaan, keunggulan, kehebatan, atau kemasyhuran namun hingga sekarang sifat-sifat itu masih dirasakan atau diakui. Sifat yang demikian itu disebabkan hal, keadaan, atau kejadian yang memiliki nilai atau mutu yang tinggi dan diakui, menjadi tolak ukur kesempurnaan yang abadi.

Aliran ini berkembang pada awal abad ke-19, dan biasanya mengacu pada kebudayaan Yunani dan Romawi. Ciri-ciri seni lukis klasik antara lain:

  1. dibuat berlebihan
  2. indah dan molek, dan
  3. statis dan bersih


15. Aliran Dekoratif

Aliran Dekoratif

Aliran dekoratif adalah seni lukis dengan objek dari berbagai bentuk alam (manusia, bintang, tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain) yang digubah secara berlebihan. Aliran ini berciri keindahan bentuk hiasan dalam lukisan. Aliran ini banyak berkembang di Bali.

16. Kaligrafi

Kaligrafi

Kaligrafi ialah objek gambar dengan bentuk susunannya dari huruf atau kata yang digabung-gabungkan sehingga membentuk sebuah gambar atau pola tertentu. Di Indonesia kaligrafi pertama kali ditemukan di Gresik, Jawa Timur, yaitu pada makam Fatimah binti Maimun yang wafat pada 495 H/1028 M dan berkembang pesat tahun 1980-an.

Pameran kaligrafi besar, seperti MTQ, Pameran Wajah Islami, dan Pameran Istiqlal, merupakan penanda kejayaan seni kaligrafi Islam ketika itu. Para seniman memakai gaya mereka masing-masing seperti simbolis dan abstrak. Menurut sejarah,kaligrafi Indonesia tidak lepas dari proses akulturasi dengan sejumlah budaya, seperti budaya loka, Persia, dan China. Karena itu, kaligrafi Indonesia tidak bisa dikatakan sama dengan kaligrafi dari daerah lain, karena sudah mempunyai identitas sendiri.

Salah satu tokoh kaligrafi di Indonesia adalah Sirojuddin AR.

Baca juga: Mengidentifikasi Jenis Karya Seni Murni Nusantara

Demikianlah artikel kali ini tentang 16 Macam-macam Aliran Seni Rupa dan Tokohnya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: LKS Seni Budaya dan Keterampilan Kelas IX

Mengidentifikasi Jenis Karya Seni Murni Nusantara

Mengidentifikasi Jenis Karya Seni Murni Nusantara - Seni murni, yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampuradukkan dengan fungsi atau kegunaan tertentu. Seni murni diciptakan khusus untuk dinikmati segi estetik dan artistiknya. Kebebasan dalam berekspresi menjadi hal penting dalam berkarya seni murni.


Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis, patung, grafis, dan keramik). Namun dalam hal tertentu, karya seni rupa murni itu dapat pula diperjual-belikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang.

Seni lukis

Seni rupa murni daerah setempat adalah karya seni rupa murni yang menggambarkan adanya nilai-nilai budaya daerah setempat. Gaya seni rupa murni daerah setempat

  • Gaya Primitif (Prima) atau pokok atau yang mendasar atau sederhana yang terjadi pada jaman prasejarah.
  • Gaya Klasik atau kuno atau tradisional yang terjadi pada masa Hindu Budha di Indonesia. Gaya ini mengalami perubahan dari primitif (sederhana) menjadi bentuk yang rumit dan ornamental


a. Seni Lukis


Seni lukis adalah hasil curahan cita rasa subyek pencipta dengan menggunakan unsur-unsur seni rupa dalam bidang dua dimensi. Keunggulan seni lukis terdapat pada ketepatan bentuk dan rupa alam dalam kenyataan, dengan kata lain ketepatan tentang perspektif, proporsi, dan warna.

Alat Seni Lukis

Suatu lukisan dikatakan baik apabila memperhatikan proporsi dan bahan yang dipakai. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan seni lukis. Hal ini terbukti dengan beragamnya aliran-aliran dalam seni lukis. Tujuan dari mempelajari dan mengetahui beberapa aliran seni lukis adalah untuk meningkatkan:

  1. Kreasi artinya setelah mengerti berbagai aliran dan contoh-contoh karya seni lukis, maka diharapkan seseorang dapat menangkap pengalaman yang dilihatnya serta mewujudkan gagasan isi hatinya yang diwujudkan dalam karya seni lukis.
  2. Ekspresi artinya setelah melihat beberapa aliran seni lukis diharapkan seseorang akan tergugah imajinasinya untuk mengekspresikan isi hatinya, dan berani mencoba berkarya untuk mengungkapkan jiwanya dengan mencoba berbagai aliran seni lukis.
  3. Apresiasi artinya setelah melihat, mengamati, mengagumi, menikmati, dan mengetahui berbagai macam aliran seni lukis maka timbullah pembicaraan, pemikiran, dan akhirnya dapat menilai dan menghargai hasil karya orang lain.


b. Seni Patung


Seni patung merupakan satu bentuk seni rupa yang berwujud tiga dimensi. Seni patung juga sudah berumur tua. Awalnya patung-patung tersebut dibuat untuk ritual pemujaan. Patung-patung tersebut ada yang terbuat dari kayu atau bongkahan batu.

Seni Patung

Hingga saat ini, teknik pembuatan patung terus mengalami perkembangan, misalnya dengan membentuk (membutsir), memahat atau mengukir, dan mencor. Bahan yang digunakan juga semakin beragam seperti tanah liat, plastisin, lilin, bubur kertas, semen, gips, sabun, dan es. Berdasarkan cara pembuatannya, patung dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu

  1. Patung pahatan (carving), jenis patung ini dibuat dari bahan yang utuh (monolit). Bahan-bahan yang sering digunakan adalah batu, marmer, kayu, cadas, es.
  2. Patung plastis (modelling), dibuat dengan cara menempelkan bahan sedikit demi sedikit sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Bahan yang digunakan antara lain: tanah liat, lilin, bubur kertas, dan semen.
  3. Patung cor, dibuat dengan cara membuat cetakannya terlebih dahulu.

Menurut bentuknya, patung dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Patung piguratif adalah patung yang bentuknya merupakan bentuk tiruan dari alam secara lahiriah. Misalnya patung dada, patung tubuh, dan relief.
  2. Patung imajinatif adalah patung yang merupakan gambaran alam angan-angan.


Demikianlah artikel kali ini tentang Mengidentifikasi Jenis Karya Seni Murni Nusantara. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan Terimakasih.

Sumber : LKS Seni Budaya dan Keterampilan Kelas IX

Unsur-Unsur Dalam Lagu (Lengkap)

Unsur-Unsur dalam lagu
Apersepsi selain syair dan nada, sebuah lagu terdiri atas berbagai bagian yang membentuknya. Lagu akan terdengar indah karena berbagai unsur musik yang digabungkan. Adapun, unsur-unsur yang membentuk sebuah lagu adalah sebagai berikut.

a. Notasi Musik

Nada tidak dapat dilihat atau diperlihatkan, tetapi dapat didengar ataupun diperdengarkan. Nada adalah bunyi yang getarannya teratur. Untuk menuliskan nada, digunakan notasi (simbol). Pada dasarnya, notasi hanya dapat melukiskan dua sifat nada, yaitu tinggi rendah dan panjang pendek. Warna nada dapat dilukiskan dengan notasi. Dengan notasi, kita dapat mengenal, membaca, menulis, dan menyanyikan lagu.

Jenis notasi ada dua macam, yaitu notasi angka dan notasi balok.

1) Notasi Angka adalah sistem penulisan lagu yang menggunakan simbol angka-angka. Dalam perkembangannya, notasi angka kurang efektif karena tidak memiliki patokan nada yang tetap. Notasi angka lebih cocok dipakai dalam pembelajaran vokal (menyanyi).
2) Notasi Balok adalah simbol atau tanda untuk menyatakan tinggi rendahnya suara yang diwujudkan dengan gambar. Notasi balok disebut juga notasi mutlak karena mempunyai patokan tinggi nada yang tetap (a=440 Hz) sehingga sangat efektif digunakan dalam bermain musik.

b. Tanda Kunci

Kunci merupakan tanda yang digunakan pada garis paranada untuk menunjukkan letak titiknada. Tanda kunci ada tiga macam yaitu sebagai berikut.

1) Kunci G (Kunci Biola) adalah tanda yangm menunjukkan nada g pada garis kedua dari paranada.
2) Kunci C (Kunci Alto) dalam praktik musik, kunci C jarang dipakai. Kunci C dipakai pada alat musik tertentu yang bersuara sedang, misalnya biola alto.
3) Kunci F adalah tanda yang menunjukkan nada f pada garis keempat dari paranada.

c. Melodi

Melodi adalah rangkaian sejumlah nada atau bunyi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya. Melodi merupakan bentuk ungkapan penuh atau hanya penggalan ungkapan nada. Melodi yang baik adalah melodi yang intervalnya dapat terjangkau oleh register setiap alat musik atau suara manusia, artinya tidak terlalu rendah dan tinggi.

d. Ritme/Irama

Ritme/Irama adalah gerak teratur karena munculnya aksen secara tetap. Keindahan irama lebih terasa karena adanya jalinan perbedaan nilai dari satuan-satuan bunyi. Ritme merupakan aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti beberapa variasi gerak melodi. Pada hakikatnya irama adalah yang menggerakkan perasaan yang erat hubungannya dengan gerak fisik.

Setiap ragam musik daerah menghasilkan pola irama dan warna yang berbeda sehingga kita mengenal berbagai macam irama, seperti irama gamelan, Melayu, gambus, dan Maluku.

e. Harmoni

Harmoni adalah keselarasan paduan bunyi. Secara teknis, harmoni meliputi susunan, peranan, dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk keseluruhan. Harmoni memiliki elemen interval dan akor. Akor adalah susunan nada apabila dibunyikan secara serentak akan terdengar harmonis. Akor mengiringi melodi lagu sebagai satu kegiatan yang utuh dan enak didengar. Jadi, melodi memenuhi aspek musik secara horizontal, sedangkan harmoni memenuhi aspek hubungan nada-nada secara vertikal.

Peran harmoni akan makin nyata apabila seseorang menyanyi diiringi alat musik. Harmoni memeberi bobot, nilai, dan bentuk tabuh pada jalinan melodi. Sebuah lagu akan terdengar indah jika memiliki harmoni yang baik.

f. Tempo

Tempo adalah cepat atau lambatnya sebuah lagu. Ukuran untuk menentukan tempo adalah beat. Beat, yaitu ketukan dasar yang menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu menit. Misalnya, sebuah lagu memiliki beat MM 70, artinya dalam satu menit terdapat 70 ketukan dan dalam satu ketukan dinyatakan dengan notasi seperempat. MM adalah singkatan dari Mentronome Malzel. Metronome adalah alat pengukur tempo. Kata Malzel (1815) diambil dari nama pencipta alat ini.

Tanda tempo dibagi menjadi tiga, yaitu tempo lambat, sedang, cepat, dan perubahan.

g. Dinamik

Dinamik adalah keras lembut lagu dan perubahannya. Tanda dinamik dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1) Tanda dinamik lembut, misalnya : piano (p) = lembut, pianissimo (pp) = sangat lembut.
2) Tanda dinamik sedang, misalnya : mezzo piano (mp) = agak lembut, mezzo forte (mf) = agak keras.
3) Tanda dinamik keras, misalnya : forte (f) = keras, fortissimo (ff) = sangat keras.

Untuk menunjukkan perubahan tempo, dipakai istilah sebagai berikut.

1) Cressendo (cresc), artinya berangsur-angsur makin keras.
2) Decressendo (decresc), artinya berangsur-angsur makin lembut.
3) Subito forte (sf), artinya tiba-tiba keras.
4) Subito piano (sp), artinya tiba-tiba lambat.

h. Tangga Nada

Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis.

i. Ekspresi

Menyanyi adalah mengungkapkan perasaan menggunakan alunan suara manusia dan kadang alunan suara instrumen musik. Menyanyi dilakukan dengan sepenuh perasaan baik itu perasaan sedih, gembira, khitmad, dan syahdu. Perasaan dalam lagu diungkapkan dengan tanda yang disebut tanda ekspresi.


Sumber : Buku Terampil Bermusik untuk SMP dan MTs

Apresiasi Karya Seni Rupa Murni Nusantara

1. Pengertian Apresiasi Seni


Wayang kulit
Image by: log.viva.co.id

Kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris " to apresiatic " artinya menghargai. Apreciton = penghargaan. Jadi apresiasi adalah penikmatan karya seni dengan adanya pengertian yang baik. Aristoteles menyatakan bahwa penikmatan tidak cukup dengan melalui mutu karya semata-mata, namun juga melalui tinjauan tentang seluk beluk karya seni.

Apresiasi setiap orang terhadap karya seni berbeda-beda, tergantung pada daya kemampuan suatu karya seni. Tingkat apresiasi dapat dibedakan sebagai berikut:

a. peminat seni
yaitu orang yang memiliki perhatian terhadap seni.
b. pelaku seni
yaitu orang yang telah dapat melaksanakan kegiatan seni.
c. pencipta seni
yaitu orang yang telah dapat menciptakan suatu karya seni.
d. kritikus seni,
yaitu orang yang telah dapat menilai serta memberikan tanggapan terhadap karya seni.

2. Menentukan Kriteria Karya Seni


Sikap apresiatif terhadap karya seni rupa dapat dilakukan dengan cara memberikan penilaian terhadap karya seni yang dilihat. Sebuah karya seni rupa dikatakan baik apabila memenuhi beberapa kriteria antara lain:

a. Ide atau gagasan
Karya seni rupa yang baik harus original maksudnya menampilkan suatu gagasan atau ide baru yang belum pernah ada sebelumnya. Gagasan itu biasa dalam bentuk wujud atau aspek lainnya, sehingga tidak bersifat peniruan.

b. Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk mengolah apa yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru dan memiliki nilai seni yang lebih tinggi.

c. Gaya perseorangan
Karya seseorang berbeda dengan karya orang lain. Karena setiap orang memiliki perbedaan interpretasi, pengalaman batin, visi, dan filosofi yang berbeda. Hal ini akan memunculkan gaya perseorangan dalam berkarya.

d. Teknik dan representasi
Teknik representasi disini dimaksudkan bagaimana seseorang mampu memilih dan mengolah bahan secara tepat sehingga tercipta suatu karya yang benar-benar bagus secara keseluruhan.

Prinsip mengapresiasi yaitu sebagai berikut:

a. Mengerti prinsip komposisi
meliputi irama, proposal, keseimbangan, kesatuan, dan pusat perhatian.
b. Mengerti prinsip seni rupa
meliputi titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan lain-lain.

Proses mengapresiasi, yaitu melihat karya kemudian merasakan, berempati, kemudian muncul pendapat pribadi untuk menyebutkan kelebihan, kekurangan, kemudian menilai. Sebuah apresiasi dapat di pandang berdasarkan pandangan subjektif dan pandangan objektif.

Pandangan subjektif yaitu pandangan yang dipengaruhi oleh perasaan yang sifatnya pribadi dan khusus. Sedangkan pandangan objektif yaitu pandangan yang mempunyai landasan/dasar pemikir yang jelas.

a. Dasar Apresiasi
Norma subjektif, Norma objektif.
b. Unsur-unsur apresiasi
Nilai keindahan, Nilai kebenaran, Nilai kebaikan.
c. Tahap-tahap apresiasi
Proses Analis, Proses Menemukan Data, Proses Menyimpulkan, Proses Menanggapi.

3. Mengapresiasi Karya Seni Rupa Murni

Adapun tahapan dalam mengapresiasi karya seni rupa murni seperti seni lukis, seni patung, dan seni grafis adalah sebagai berikut.

a. Tahap Awal
Tahap awal merupakan tahap ketika seseorang pengamat melihat sebuah karya, baik karya yang dipamerkan maupun melihat karya tertentu secara sekilas. Tahap ini disebut juga dengan tahap perkenalan.

b. Tahap Penghayatan
Dalam tahap penghayatan, seorang apresiator akan berfikir sejenak atau lama bergantung pada pengetahuan yang dimilikinya. Proses penghayatan ini merupakan tahap yang penting dan utama dalam mengapresiasi karya.

c. Tahap Penilaian
Tahapan penilaian merupakan pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu tentang bernilai atau berharganya suatu karya seni. Tahapan ini juga dapat dikatakan sebagai tahapan penghargaan dengan menentukan apakah karya yang sedang diapresiasi baik atau indah.

Dalam mengapresiasi sebuah karya seni rupa kamu dapat memahami,menghayati, menilai, dan memberikan keputusan terhadap sebuah karya seni secara bebas. Hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

a. Mendeskripsikan (pemaparan) sebuah karya dengan cara menemukan dan mencatat sesuatu yang dilihat apa adanya namun tidak mengambil kesimpulan apapun.
b. Uraian kebentukan (formal), yaitu tahapan menelusuri sebuah karya berdasarkan strukturnya, baik itu warna, garis, bentuk maupun teksturnya.
c. Penafsiran makna yang meliputi tema yang digarap dan masalah-masalah yang dikemukakan.
d. Penilaian, yaitu tahapan untuk menentukan derajat suatu karya seni.

Baca Juga: Mengidentifikasi Jenis Karya Seni Murni Nusantara.

Demikianlah artikel saya kali ini tentang Apresias Karya Seni Rupa Murni Nusantara. Semoga bermanfaat bagi Anda. Jika Anda menyukai artikel ini tolong dibagikan dan dikomentari ya. Sekian dan Terimakasih.

Sumber: LKS Seni Budaya dan Keterampilan Kelas IX.