Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Teks Berita (Pengertian, Struktur, Kaidah, Syarat, Unsur)

Teks Berita (Pengertian, Sruktur, Kaidah, Syarat dan Unsur) - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian teks berita, struktur teks berita, kaidah teks berita, syarat teks berita dan unsur teks berita.

Berita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah berita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Topik yang sering menjadi berita biasanya topik yang sedang hangat dibicarakan khalayak umum.

Berita menurut Mochtar Lubis merupakan  apa saja yang ingin diketahui banyak orang dan membacanya.
Teks Berita (Pengertian, Struktur, Kaidah, Syarat, Unsur)



Pengertian/Definisi Teks Berita


Teks berita merupakan suatu teks yang berisi kejadian atau peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan oleh khalayak umum. Suatu berita dapat disampaikan secara lisan seperti dari radio, televisi, sedangkan berita disampaikan secara tulisan seperti surat kabar, majalah atau sarana tulisan lainnya. Dengan kita membaca suatu berita maka kita akan mendapatkan informasi terbaru yang dapat menambah wawasan kita.

Struktur Teks Berita


Teks berita terdiri atas 3 struktur yaitu orientasi, peristiwa dan sumber berita.

1. Orientasi

Pembukaan tentang hal yang akan diberitakan. Bagian ini awal atau pembukaan dari suatu kejadian yang akan diberitakan.

2. Peristiwa

Tahap inti berita, struktur memuat 5w + 1h. Bagian ini berisi tentang inti pokok yang di bahas di dalam berita. Pada bagian ini menjelaskan jalannya kejadian dari awal hingga akhir.


3. Sumber berita

Referensi dari narasumber di dalam berita. Bagian ini biasanya terletak pada akhir berita, namun terkadang juga peletakannya di dalam berita itu sendiri.

Kaidah Teks Berita


1. Konjungsi yang menunjukkan keterangan/temporal


  • Waktu
  • Tempat (kata depan di, dari, ke, sampai)
  • Cara (dengan, melalui, secara)
  • Penyebab (karena, lantaran)
  • Tujuan (untuk, guna, bagi, buat, demi)
  • Aposisi (tanda pengapit, tanda koma, tanda kurung)


2. Kalimat aktif dan kalimat pasif


a. Kalimat aktif
Kalimat aktif adalah kalimat verba yang subjeknya melakukan pekerjaan yang dinyatakan oleh predikatnya. Kalimat jenis ini bersubjek pelaku pekerjaan atau subjek bermakna melakukan pekerjaan. Karena itu, subjek yang bermakna seperti itu disebut unsur aktor, dan predikatnya disebut unsur aksi. Verba pada kalimat aktif umumnya berimbuhan meN-,meN-i, meN-kan, dan ber-. (sumber: Yadi Mulyadi, dkk., dalam Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan SMA (2016:159)).

b. Kalimat pasif
Kalimat pasif adalah kalimat verba yang subjeknya dikenai pekerjaan yang dinyatakan predikat. Subjek pada kalimat pasif merupakan subjek penderita. Pada kalimat pasif, imbuhan yang digunakan berupa imbuhan di-, ter-, ke-an, dan bentuk persona. (sumber: Yadi Mulyadi, dkk., dalam Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan SMA (2016:160)).

3. Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung


a. Kalimat langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang berupa petikan langsung dari ucapan seseorang. Dalam penulisannya, kalimat langsung menggunakan tanda petik.

b. Kalimat tidak langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang bukan merupakan petikan langsung dari ucapan seseorang. Dalam penulisannya, kalimat tidak langsung menggunakan konjungsi bahwa atau konjungsi tanya.(sumber: Yadi Mulyadi, dkk., dalam Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan SMA (2016:177)).

4. Verba transitif

Yaitu verba yang memerlukan dua nomina. Satu sebagai subjek dan satunya lagi sebagai objek dalam kalimat aktif.

5. Verba pewarta

Yaitu kata yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu percakapan.

Syarat Berita


Syarat berita dalam bangkusekolah.com adalah sebagai berikut

Berupa fakta

berita haruslah berdasarkan kejadian atau peristiwa yang benar-benar nyata.

Merupakan kejadian terkini

artinya jarak penyiaran berita dengan waktu kejadian tidak telalu jauh.

Lengkap

berita haruslah memenuhi unsur-unsur berita sebagaimana akan kita bahas di bawah ini.

Menarik dan bermanfaat

artinya berita harus mampu menarik minat pembaca atau pendengarnya. Berita dapat dikatakan menarik, bila bermanfaat bagi pembaca atau pendengarnya.

Sistematis

berita seharusnya disusun secara sistematis, urutannya jelas sehingga pembaca tidak kebingungan dalam menangkap isi berita.

Seimbang

artinya berita harus ditulis dan disampaikan dengan seimbang, tidak memihak kepada salah satu pihak.

Unsur Berita 


Menurut Juni Hartono (2017), unsur-unsur pokok dalam berita dapat dirumuskan dalam 5W+1H.

a. What (apa): menanyakan tentang peristiwa yang terjadi, tema yang diangkat dalam berita, atau hal yang dibahas dalam berita tersebut
b. Who(siapa): menanyakan pihak yang terlibat dalam peristiwa yang terjadi.
c. Why (mengapa): menanyakan alasan terjadinya peristiwa.
d. When (kapan): menanyakan waktu terjadinya peristiwa.
e. Where (dimana): menanyakan lokasi terjadinya peristiwa.
f. How (bagaimana): menanyakan suasana dan proses terjadinya peristiwa.

Baca juga: Teks Cerita Sejarah (Pengertian, Jenis-jenis, Struktur, Ciri-ciri, Kaidah)

Demikianlah artikel kali ini tentang Teks Berita (Pengertian, Struktur, Kaidah, Syarat, Unsur). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Media Pembelajaran (Pengertian, Jenis, Tujuan, Fungsi, Manfaat)

Media Pembelajaran (Pengertian, Jenis, Tujuan, Fungsi, Manfaat) - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas artikel mengenai media pembelajaran, adapun yang akan kita bahas yaitu pengertian media pembelajaran, jenis-jenis media pembelajaran, tujuan media pembelajaran, fungsi media pembelajaran dan manfaat media pembelajaran.

Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara yaitu perantara sumber pesan dengan penerima pesan. Menurut Arsyad (2011:4) media adalah alat yang menyampaikan pesan-pesan pengajaran.

Menurut Sadiman (2006:6) menyebutkan bahwa media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima.

Berikut ini adalah pengertian, jenis, tujuan, fungsi dan manfaat media pembelajaran.

Media Pembelajaran (Pengertian, Jenis, Tujuan, Fungsi, Manfaat)



Pengertian Media Pembelajaran


Media pembelajaran menurut Sanaky (2011:14) merupakan sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran.

Menurut Gagne dalam Arsyad  (2011:4) media pembelajaran adalah segala hal meliputi alat fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran. Media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar guru (teatching aids) dalam menyampaikan pesan sehingga merangsang siswa untuk belajar.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa  media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pengirim (guru) kepada penerima pesan (siswa).

Jenis Media Pembelajaran


Pada dasarnya media dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu media audio, media visual dan media audio visual. Pengelompokkan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi oleh Seels dan Glasgow melalui Arsyad (2011:33) dibagi dalam 2 kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media mutakhir.


1. Pilihan media tradisional


  • Visual diam yang diproyeksikan, meliputi: proyeksi apaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, dan filmstrip.
  • Visual yang tak di proyeksikan, meliputi: gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, dan papan bulu.
  • Audio, meliputi: rekaman piringan, pita kaset, reel, dan catridge.
  • Penyajian multimedia, meliputi: slide plus suara (tape) dan multi image.
  • Visual dinamis yang diproyeksikan, meliputi: film, televisi, dan video.
  • Cetak, meliputi: buku teks, modul, teks terpogram, workbook, majalah ilmiah berkala, dan lembaran lepas (hand-out).
  • Permainan, meliputi: teka-teki, simulasi, dan permainan papan.
  • Realita, meliputi: model spacimen (contoh), dan manipulative (peta, boneka, diorama).


2. Pilihan media teknologi mutakhir


  • Media berbasis telekomunikasi, meliputi: telekonferen, kuliah jarak jauh.
  • Media berbasis mikroprosesor, meliputi: computer-assisted instruction, permainan koomputer, sistem tutor inteligen, interaktif, hypermedia, compact (video) disk,


Tujuan Media Pembelajaran


  1. Untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif
  2. Mempermudah proses belajar-mengajar di kelas
  3. Untuk memberikan motivasi belajar pada siswa
  4. Meningkatkan efesiensi proses pembelajaran
  5. Menciptakan situasi yang tidak akan mudah dilupakan oleh siswa
  6. Menjaga relevansi antara materi pembelajaran dengan tujuan belajar
  7. Menumbuhkan keterampilan dan sikap tertentu dalam bidang teknologi
  8. Memberikan pengalaman belajar yang berbeda sehingga merangsang minat siswa untuk belajar
  9. Membantu konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran.



Fungsi Media Pembelajaran


Salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut memengaruhi proses pembelajaran yang diciptakan oleh guru.

Menurut Hamalik dalam Arsyad (2011:15) pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan, minat, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar yang membewa pengaruh psikologis terhadap siswa.

Sudjana (2005:99) mengungkapkan fungsi pokok media pembelajaran adalah sebagai berikut.

  • Penggunaan media dalam proses belajar-mengajar bukan merupakan fugnsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar-mengajar yang efektif.
  • Penggunaan media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar.
  • Media dalam pengajaran, penggunaannya bersifat integral dengan tujuan dan isi pelajaran.
  • Penggunaan media dalam pengajaran sebagai alat hiburan yang digunakan untuk melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
  • Penggunaan media dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempecepat proses belajar-mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru.
  • Penggunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar-mengajar.


Sedangkan Levie dan Lentz dalam Azhar Arsyad (2011:16) mengemukakan 4 fungsi media pembelajaran, yaitu:

a. Fungsi atensi


Fungsi atensi yaitu menarik dan mengarahkan pehatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

b. Fungsi afektif


Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca eks yang bergambar.

c. Fungsi kognitif


Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang-lambang atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

d. Fungsi kompensatoris


Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.

Manfaat Media Pembelajaran


Menurut Kemp dan Dayton dalam Arsyad (2011:21)


  • Penyampaian pembelajaran menjadi lebih baku
  • Pembelajaran bisa lebih menarik
  • Pembelajaran menjadi lebih interaktif
  • Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat
  • Kualitas hasil belajar dapat di tingkatkan
  • Pembelajaran dapat diberikan kapan dimana diinginkan atau diperlukan
  • Sikap positif siswa terhadap apa yang di pelajari
  • Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.


Menurut Arsyad (2011:25) 


  • Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
  • Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar.
  • Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.
  • Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka.


Baca juga: Teks Diskusi (Pengertian, Tujuan, Struktur, Contoh, Ciri-ciri, Jenis)

Demikianlah artikel kali ini tentang Pengertian, Jenis, Tujuan, Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Teks Cerpen (Pengertian, Struktur, Contoh, Ciri-ciri, Kaidah)

Teks Cerpen (Pengertian, Struktur, Contoh, Ciri-ciri, Kaidah) - Pada kesempatan kita kali ini, kita akan membahas mengenai teks cerpen yang akan kita jabarkan menjadi pengertian teks cerpen, struktur teks cerpen, contoh teks cerpen, macam-macam teks cerpen, ciri-ciri teks cerpen.

Cerita pendek atau yang kita sebut cerpen, merupakan suatu bentuk tulisan yang padat, singkat dan lebih pendek jika dibandingkan dengan novel, yang mempunyai jumlah kata kurang dari 10.000 kata. Sumber cerita cerpen dari kehidupan sehari-hari, baik itu pengalaman pribadi/sendiri maupun pengalaman orang lain. Selain itu cerpen hanya memusatkan pada salah satu tokoh atau situasi tertentu.

Berikut ini adalah Teks Cerpen (Pengertian, Struktur, Contoh, Ciri-ciri, Kaidah).


Teks Cerpen (Pengertian, Struktur, Contoh, Ciri-ciri, Kaidah)



Pengertian Cerpen


Cerpen atau cerita pendek adalah jenis karya sastra yang memaparkan suatu kisah ataupun cerita tentang kehidupan manusia lewat tulisan pendek. Cerpen juga bisa disebut sebagai karangan fiktif yang berisikan didalamnya tentang sebagian kehidupan seseorang atau juga kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh saja.

Menurut Sumardjo dan Saini, cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.

Struktur Cerpen


Abstrak


Abstrak merupakan bagian ringkasan atau awal cerita dari cerpen yang akan dikembangkan menjadi suatu rangkaian-rangkaian peristiwa. Struktur abstrak bersifat opsional yang berarti sebuah teks cerpen boleh ada atau tidak memakai abstrak.

Orientasi


Orientasi merupakan bagian yang berisi pengenalan cerita yang berkaitan dengan waktu, tempat dan suasana yang berkaitan dengan cerita pendek tersebut.

Komplikasi


Pada bagian ini berisikan urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada struktur ini Anda mendapatkan karakter atau watak tokoh cerita pendek karena beberapa kerumitan akan mulai bermunculan.


Evaluasi


Pada bagian evaluasi struktur konflik yang terjadi akan mengarah pada klimaks atau puncak. Pada struktur ini mulai mendapatkan pemecahan masalahnya / penyelesaian.

Resolusi 


Pada struktur ini pengarang mengungkapkan solusi dari masalah yang dialami tokoh pada cerita.

Koda


Pada bagian ini berisikan nilai nilai atau pelajaran yang dapat dipetik dari suatu teks cerita oleh pembacanya.

Contoh Cerpen


# My Earth ( Karya dari Evi Herniyati)

Namanya Meli. Dia kini duduk di kelas 8, di sebuah sekolah ternama di kotanya. Dia tidak terlalu menyukai hal-hal realistis yang membuatnya harus berfikir sampai jenuh. Bahkan dunia khayalnya kadang-kadang melebihi batas.
Meli hanya suka satu materi pelajaran. Yaitu tentang Antariksa, seperti: tata surya, matahari, galaksi, dan yang sejenis. Cita-citanya bahkan ingin menjadi astronot. Dunia antariksa selalu membuatnya penasaran.

Malam itu, Meli sedang duduk di gazebo yang ada di samping rumahnya. Dia sedang mengerjakan PR di situ. Malam itu bulan purnama. Bintang-bintang bertaburan di langit. Indah sekali. Meli memandang ke atas dan melihat semua itu.
Sebuah benda berwarna merah nampak seperti bintang ikut menemani bulan. Bukan, itu bukan bintang. Itu planet Mars. Ada lagi benda lain yang ia lihat dan tampak aneh meskipun samar-samar. Sebuah benda langit yang nampak bercincin.
“Saturnus?. Apa? aku dapat melihatnya” katanya girang.
Kedua planet itu tampak lebih besar dan terlihat jelas. Meli melihat sebuah benda lagi yang terbang dan cukup panjang. Sepertinya itu komet.

Meli sangat girang. Ia dapat melihat benda-benda itu. Saat Meli hendak masuk ke dalam rumahnya, sebuah benda berwarna biru muncul. Sejenis planet. Bumi. Tidak! Dia ada di Bumi, bagaimana ia bisa melihat bumi yang sedang ia pijak itu ada di langit?. Benda itu semakin membesar dan mendekat ke arahnya. Dia tidak bisa pergi ke manapun. Kakinya seperti tertancap ke tanah. Benda itu semakin mendekatinya.
“Hah…? Tuhan, tolong aku” ucap Meli merapatkan kedua tangannya. Namun semakin benda itu mendekati Meli, semakin mengecil ukurannya. Dan akhirnya benda itu jatuh di dekat kaki Meli dan hanya sebesar genggaman tangan saja.
Benda itu bulat. Tidak. Tengahnya agak menggembung. Warnanya biru. Persis seperti Bumi. Meli mengambilnya dan mengamatinya. Langsung ia bawa ke dalam rumah.

“MELI BANGUN SUDAH SIANG!!” Bunda Meli berteriak membangunkan Meli.
“Ya Bun, ini Meli bangun” Meli segera pergi ke kamar mandi dan berpakaian rapi bersiap untuk ke sekolah. Kemudian ia ingat sesuatu. Benda itu. Dia membuka sebuah kotak. Benda itu ada di situ. Ia tidak bermimpi!. Ia membawanya dan segera berangkat sekolah.

Saat istirahat, ia pergi ke gudang. Membuka kotak itu. Benda itu bersinar. Terang sekali.
“Apa ini planet kembaran bumi? Ah aneh!”
Meli menemukan belahan dalam benda itu. Ia membukanya. Susunannya sama seperti bumi. Di situ ada tulisan “Bumi, Bumi, Bumi. Selamatkan Bumi”.
Meli membaca tulisan itu. Tiba-tiba berdiri seseorang di belakangnya. Orang itu mirip sekali dengan Meli.
“S..siapa kau?” tanya Meli.
“Namaku Viki. Aku adalah kembaranmu. Aku berasal dari planet kembaran Bumi. Bumi ini sudah tua. Kalian para manusia selalu merusaknya. Dan planetku juga ikut menanggungnya. Kami membenci kalian” katanya. Meli sangat takut.
“Apa maumu?”
“Kau harus perbaiki planetmu. Entah bagaimana caranya. Jika bola itu tetap seperti itu ukurannya, kau tidak melakukan perbaikan itu. Jika bola itu mengecil, usahamu berhasil. Bola itu akan mengecil seiring usahamu. Jika bola itu lenyap, maka kau berhasil. Jika dalam 1 bulan bola itu masih ada, kalian akan menanggung masalah” kata Viki kemudian menghilang.

Sejak saat itu, Meli mulai menjaga Bumi. Menjaga kebersihan, tidak menggunakan AC secara berlebihan, tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, bahkan ia juga mengajak dan memberi usul kepada kepala sekolahnya untuk melakukan kerja bakti setiap hari Jum’at. Bola itu juga perlahan mengecil.
“Tapi, apa aku bisa? Bumi ini luas dan aku hanya melakukannya di sekitarku” gumam Meli.
“Kau melakukannya dengan baik. Satu juga tidak masalah daripada tidak ada. Tapi Meli, waktumu kurang 12 jam lagi dan bola itu masih ada” kata Viki.
“Apa yang harus kulakukan?” tanya Meli.
Namun Viki menghilang. Meli memikirkan hal itu semalaman. Tidurnya pun tak nyenyak. Bahkan ia tidak bisa tidur. Akhirnya ia berfikir.
“Bumi tidak hanya mendapat bahaya dari dalam, tetapi juga dari luar. Bisa saja tertabrak planet lain, atau hujan meteor. Mungkin itu. Ya aku harus berdoa kepada Tuhan” katanya. Ia akhirnya mulai berdoa dan bergegas tidur.

“Meli kamu mau seharian tidur hah?” Bunda membangunkan Meli.
“Bunda, aku baru tidur. Semalam aku tidak bisa tidur” kata Meli.
“HAH? Kamu tidur sehabis isya kemarin. Bunda membangunkanmu tapi tak bisa. Sampai ayahmu yang menggendongmu ke kamar ini” kata Bunda
“Hah?”
“Sudah, cepat! Sudah jam 8 dan anak gadis sepertimu baru bangun?”. Bunda meninggalkan Meli.
“Jadi, itu hanya mimpi?” gumam Meli.
Ia bergegas membuka kotak itu. Ada selembar kertas bertuliskan “TERIMAKASIH MELI, TELAH MENJAGA BUMI. SAMPAI JUMPA. Viki”
Meli semakin bingung. Dia akhirnya tak menjadikan itu masalah. Justru membuatnya semangat untuk menjaga Bumi.

Ciri-ciri Cerpen



  • Penokohan pada cerpen tergolong sederhana, tidak mendalam dan singkat.
  • Memiliki alur cerita tunggal dan lurus.
  • Biasanya hanya satu kejadian saja yang akan diceritakan,
  • Kesan yang ditinggalkan oleh cerpen sangat mendalam sehingga pembaca dapat merasakan kisah dari cerita tersebut.
  • Pemakaian katanya yang sederhana dan mudah dikenal pembaca.
  • Tokoh pada cerpen digambarkan mengalami suatu konflik atau masalah  hingga pada tahap penyelesaiannya.
  • Tidak menggambarkan seluruh kisah tokohnya , hanya inti sari saja.
  • Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari, baik itu pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain.
  • Sebuah cerpen biasanya memiliki tulisan kurang dari 10.000 kata
  • Bentuk tulisan yang padat, singkat dan lebih pendek jika dibandingkan dengan novel.


Kaidah Cerpen


Menggunakan Pernyataan Retorik


Pernyataan retorik adalah pernyataan yang tidak membutuhkan jawaban. Contohnya "Pernahkah kamu pikirkan betapa indahnya masa sekolah?".

Menggunakan Proses Material


Proses material adalah tindakan-tindakan fisik untuk mempertahankan suatu karakter tertentu dalam tiap tokoh. Contohnya "Namun, dari awal mereka telah sepakat bahwa siapapun nanti yang dinyatakan lolos tidak akan membuat persahabatan mereka retak".

Menggunakan Konjungsi Temporal


Konjungsi temporal menggambarkan urutan peristiwa dan kepaduan cerita. Contohnya "Suatu hari, sekolah mengadakan seleksi siswa teladan yang nantinya akan mewakili sekolah ke tingkat kabupaten".

Menggunakan Pilihan Kata (Diksi)


Jika ingin menulis cerpen harus memperhatikan pilihan kata. Kita harus menulis pilihan kata yang tepat sehingga cerpen itu menarik. Contohnya "Ada 20 siswa yang mengikut ajang seleksi ini".

Menggunakan Gaya Bahasa Efektif


Gaya bahasa efektif dapat dimanfaatkan untuk mengungkapkan maksud-maksud secara tepat. Contohnya "Ajang ini tidak hanya menyaring kemampuan siswa dalam bidang akademik, tetapi juga menyaring prestasi nonakademik yang dimiliki siswa".

Menggunakan kalimat yang komunikatif


Teks cerita pendek agar komunikatif  biasanya menggunakan kalimat yang familiar sehingga kalimatnya lebih akrab atau mudah diingat. Contohnya "Bahkan nyengir saat mereka tahu bahwa jawaban mereka salah".

Baca juga: Tek Eksposisi (Pengertian, Contoh, Struktur, Ciri, Jenis, Unsur Kebahasan

Demikianlah artikel kali ini mengenai Teks Cerpen (Pengertian, Struktur, Contoh, Ciri-ciri, Kaidah). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Referesi : http://definisipengertian.net/pengertian-cerpen-struktur-unsur-unsur-cerpen/
https://blogsuletik.wordpress.com/2014/09/07/struktur-teks-cerpen/
http://gopengertian.blogspot.com/2015/09/pengertian-cerpen-ciri-ciri-struktur-unsur-intrinsik-unsur-ekstrinsik.html
http://www.inforku.com/2015/08/kaidah-teks-cerita-pendek.html

6 Macam-macam Sistem Pers Diberbagai Dunia

6 Macam-macam Sistem Pers Diberbagai Dunia - Di dunia ini ada beberapa sistem pers, ada sistem pers yang menonjolkan kebebasan pers, ada yang tidak memberikan kebebasan sama sekali. Sistem pers suatu negara tergantung pada ideologi yang dianut negara yang bersangkutan.

Berikut ini adalah macam-macam sistem pers di dunia yaitu sistem pers komunis, sistem pers demokrasi (liberal), sistem pers kapitalisme, sistem pers pembangunan, sistem pers bertanggung jawab sosial, sistem pers pancasila.

Sistem Pers Diberbagai Dunia



1. Pers Komunis (Communist Press)


Kehidupan pers di negara-negara komunis (diwakili oleh sistem pers Rusia) pada umumnya merupakan cerminan sistem sosial dan politik komunis. Bertolak dari konsep bahwa kepemilikan atas sarana-sarana produksi dan distribusi berada di bawah kekuasaan negara, maka pers di negara komunis dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah, tidak ada kepemilikan oleh perorangan atau swasta.

Pemerintah dan tujuan-tujuannya yaitu sebaga instrumen yang terintegrasi dengan kekuasaan pemerintah dan partai untuk kegiatan propaganda dan aglitasi.

Heinz Ditriech Fisher dan John C. Merril, dalam buku "International Communication" yang dikutip oleh F. Rachmadi, menyatakan membicarakan sistem pers Uni Soviet (Rusia), tidak dapat terlepas dari tiga nama tokoh yang meletakkan dasar sistem pers Soviet.

Mereka adalah Lenin, Stalin, dan Khruschev. Menurut Lenin, pers harus melayani kepentingan kaum buruh yang merupakan kelompok mayoritas. Dijelaskan lebih lanjut, Lenin adalah pencetus teori pers komunis dan Stalin adalah orang yang menerapkan ajaran Lenin. Stalin yang secara pribadi membuat lembaga sensor, penekanan-penekanan, dan sebagainya, sedangkan Khruschev lebih menyadari bahwa pers itu ternyata dapat juga menjadi forum pertukaran pendapat.

Secara ringkas, fungsi pers di bekas negara Uni Soviet (Rusia) seperti yang ditulis oleh F. Rachmadi adalah sebagai berikut,
  1. Pers sebagai alat propaganda, agigator, dan organisator kolektif.
  2. Pers merupakan tempat pendidikan kader-kader komunis di kalangan massa.
  3. Pers bertugas sebagai lembaga yang memobilisasi dan mengorganisir massa untuk pembangunan ekonomi.
  4. Pers menerapkan dan menyiarkan semua dektrit, keputusan, instruksi yang dikeluarkan oleh Komite Sentral Partai maupun oleh pemerintah Rusia serta bahan publikasi lain dari pemerintah.
  5. Pers berfungsi sebagai alat untuk melakukan kontrol dan kritik.

Sesuai dengan fungsi dan peranan pers di Rusia, mereka tidak mementingkan pemberitaan, karena badan sensor tidak akan memberi izin untuk memberitakan kejadian-kejadian penting yang tidak dikehendaki, serta menghindari pemberitana-pemberitaan tentang hak asasi manusia.

2. Sistem Pers Demokrasi (Liberal Democration Press)


Dalam negara yang menganut paham liberal, pers dapat berkembang pesat dengan sebebas-bebasmya (mutlak). Hal itu disebabkan hak kebebasan pers (freedom of the press) memang benar-benar dijamin keberadaannya selaras dengan paham liberalis. Wartawan surat kabar dapat menulis berita secara bebas yang terkadang berbeda dari cermin kepentingan masyarakat atau pemerintah.

Menurut Krisna Harahap tentng konsep libertarian bahwa pers mempunyai tugas-tugas sebagai berikut.
  1. Melayani kebutuhan kehidupan ekonomi (iklan)
  2. Melayani kebutuhan kehidupan politik
  3. Mencari keuntungan (demi kelangsungan hidupnya)
  4. Menjaga hak warga negara
  5. Memberi hiburan.

Berkaitan dengan ciri-ciri pers yang merdeka (libertarian), Krisna Harahap menjelaskan lebih lanjut, seperti berikut:
  • Publikasi bebas dari penyensoran pendahuluan.
  • Penertiban dan pendistribusian terbuka bagi setiap orang tanpa memerlukan izin atau lisensi.
  • Kecaman terhadap pemerintah, pejabat, atau parta politik tidak dapat dipidana.
  • Tidak ada kewajiban mempublikasikan segala hal.
  • Publikasi kesalahan dilindungi sama halnya dengan publikasi kebenaran dalam hal-hal yang berkaitan dengan opini dan keyakinan.
  • Tidak ada batasan hukum terhadap upaya pengumpulan informasi untuk kepentingan publikasi.
  • Wartawan mempunyai otonomi profesional dalam organisasi mereka.

 3. Sistem Pers Kapitalisme


Meskipun dalam perkembangannya kapitalisme tidak dapat dipisahkan dengan liberalisme, terdapat perbedaan dalam sistem pers yang berlaku di setiap negara penganut paham tersebut. Keberadaan pers di dalam negara kapitalis berfungsi mendukung kelangsungan hidup ideologi kapitalisme tersebut.

Dengan adanya kebebasan individu, penghargaan terhadap individu atau perorangan begitu tinggi. Manusia hidup dilekati dengan hak-hak kemerdekaan dan kedaulatan sepenuhnya.

Keadaan ini memunculkan kebebasan mengembangkan usaha sendiri atau swasta sehingga swasta mampu eksis dan bersaing secara bebas (free fight liberalism). Dengan demikian, berlakulah homo homini lupus dalam bidang usaha ekonomi, yaitu yang kuat dapat bertahan hidup, sedangkan yang lemah akan kalah dan mati, demikian pula dalam lembaga pers.

Di negara kapitalis, pers diselenggarakan oleh pihak swasta pemilik modal. Karena penyelenggaraan pers dilakukan oleh pihak  swasta, pemerintah sulit untuk mengadakan atau memberi kontrol terhadap pers.

4. Pers Bertanggung Jawab Sosial (Responsibility Press)


Menurut Krisna Harahap, prinsip utama teori tanggung jawab sosial ditandai dengan hal-hal sebagai berikut.
  • Media mempunyai kewajiban tertentu kepada masyarakat.
  • Kewajiban tersebut dipenuhi dengan menetapkan standar yang tinggi atau profesional tenang keinformasian, kebenara, objektivitas, keseimbangan, dan sebagainya. 
  • Dalam menerima dan menerapkan kewajiban tersebut, media seyogianya dapat mengatur sendiri dalam kerangan hukum dan lembaga yang ada.
  • Media seyogianya menghindarkan segala sesuatu yang mungkin menimbulkan kejahatan, yang akan mengakibatkan ketidakterlibatan atau penghinaan terhadap minoritas etnik atau agama.
  • Media hendaknya bersifat pluralis dan mencerminkan kebhinekaan masyarakatnya dengan memberi kesempatan yang sama untuk mengemukakan berbagai sudut pandang dan hak untuk menjawab.
  • Masyarakat memiliki hak mengharapkan standar prestasi yang tinggi dan inventasi dapat dibenarkan untuk menanamkan kepentingan umum. Dengan sejumlah kritik dan tuduhan maka pers melakukan perubahan pemikiran dari dalam dan kemunculan kode etik pertama pada tahun 1923 mencermikan adanya perubahan tersebut.

5. Sistem Pers Pembangunan (Develoment Press


Istilah ini dimunculkan oleh para jurnalistik yang berasal dari negara-negara yang sedang berkembang, dengan alasan negara itu sedang giat melaksanakan pembangunan (develoment).

Untuk menyamakan pandangan terhadap pers pembangunan. Wilbur Sechramm, memberikan batasan sebagai berikut.
  1. Pers harus dapat menciptakan iklim pembangunan di negaranya.
  2. Pers harus mampu mengarahkan perhatian masyarkat dari kebiasaan lama menjadi perilaku yang lebih maju lagi.
  3. Pers harus mampu memperluas cakrawala berpikir masyarakatnya.
  4. Pers harus dapat meningkatkan aspirasi dan mendorong masyarakat berpola pikir ke arah kehidupan yang lebih baik.
  5. Pers harus bisa memperlebar tukar pikiran (diskusi) dan kebijakan (policy).
  6. Pers harus mampu membantu seara substansial semua jenis kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara.
  7. Pers harus mampu menetakan norma sosial.

Ciri-ciri pers di negara berkembang secara umum adalah,
  • Pers berperan sebagai agent of social change di mana pers bersama-sama pemerintah mempunyai tanggung jawab atas keberhasilan pembangunan.
  • Secara umum keberadaannya diakui, tetapi dalam pelaksanaannya terdapat pembatasan-pembatasan.
  • Di bidang komunikasi mengalami masalah yang sama, yaitu ketimpangan informasi, monopoli, dan pemusatan sumber serta jalur komunikasi yang berlebihan.

6. Pers Pancasila (Five Foundation Press)


Dilahirkan oleh bangsa Indonesia karena falsafah negaranya adalah Pancasila. Sampai sekarang belum ditemukan definisi yang tepat. Beberapa tokoh pernah memberikan pengertian bahwa sifat pers Pancasila adalah pers yang segala sesuatu secara proporsional. Artinya Pers Pancasila mencari keseimbangan dalam berita atau penulisannya, demi kepentingan dan kemaslahatan semua pihak sesuai dengan konsensus demokrasi Pancasila.

Baca juga: 4 Teori-teori Tentang Pers

Demikianlah artikel kali ini tentang 6 Macam-macam Sistem Pers Diberbagai Dunia. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

    4 Teori-Teori tentang Pers Lengkap

    4 Teori-teori tentang Pers - Dalam perkembangannya, menurut Frederick S. Siebert (1963), pers tidak hidup dalam situasi yang kosong (vacuum). Pers hidup dalam sebuah masyarakat atau negara dengan sistem politik tertentu. Sehingga sistem pers harus berelasi dengan negara atau pemerintah tersebut.

    Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel tentang teori-teori pers diantaranya adalah, teori pers otoritarian, teori pers libertarian, teori pers tanggung jawab sosial, teori pers komunis.

    Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang 4 teori-teori pers.

    4 Teori-Teori tentang Pers Lengkap


    1. Teori Pers Otoritarian


    Teori ini menganggap negara sebagai ekspresi tertinggi dari pada kelompok manusia, yang mengungguli masyarakat dan individu. Negara adalah elemen penting yang dapat membuat manusia menjadi manusia seutuhnya.

    Tanpa negara, manusia menjadi primitif dan tidak mampu mencapai tujuan hidupnya. Oleh karena itu, pers adalah alat penguasa untuk menyampaikan keinginannya kepada rakyat.

    Prinsip-prinsipnya adalah;
    • Media selamanya tunduk pada penguasa.
    • Sensor diterapkan dan dapat diterima pers.
    • Kecaman terhadap penguasa dan penyimpangan kebijakannya ditiadakan.
    • Wartawan tidak memiliki kebebasannya.

    2. Teori Pers Libertarian


    Teori ini menganggap bahwa pers merupakan sarana penyalur hati nurani rakyat untuk mengawasi dan menentukan sikap terhadap kebijakan pemerintah. Pers berhadapan dengan pemerintah. Pers bukanlah alat kekuasaan pemerintah. Teori ini menganggap sensor sebagai hal yang inkonstitusional.

    Tugas-tugas pers adalah;
    • Melayani kebutuhan ekonomi (iklan).
    • Melayani kehidupan politik.
    • Mencari keuntungan (kelangsungan hidupnya).
    • Menjaga hak warga negara (kontrol sosial).
    • Memberi hiburan.

    Ciri-cirinya;
    1. Publikasi bebas dari penyensoran.
    2. Tidak memerlukan izin penertiban dan pendistribusian.
    3. Kecaman terhadap pejabat dan partai politik tidak dipidanakan.
    4. Tidak ada kewajiban untuk mempublikasikan segala hal.
    5. Publkasi kesalahan dilindungi sama dengan publikasi kebenaran sepanjang menyangkut opini dan keyakinan.
    6. Tidak ada batas hukum dalam mencari berita.
    7. Wartawan mempunyai otonomi dan professional.

    3. Teori Pers Tanggung Jawab Sosial


    Teori ini mengemukakan bahwa kebebasan pers harus disertai dengan tanggung jawab kepada masyarakat, kebebasan pers perlu dibatasi oleh dasar moral, etika, dan hati nurani insan pers sebab kemerdekaan pers itu harus disertai tanggung jawab kepada masyarakat.

    4. Teori Pers Komunis


    Teori ini menyatakan bahwa pers adalah alat pemerintah atau parta yang berkuasa dan bagian integral dari negara sehingga pers itu tunduk kepada negara. 

    Ciri-ciri pers komunis adalah;
    1. Media di bawah kendali kelas pekerja karena pers melayani kelas tersebut.
    2. Media tidak dimiliki secara pribadi.
    3. Masyarakat berhak melakukan sensor.


    Demikianlah artikel kali ini tentang 4 Teori-teori tentang Pers. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

    Sumber: Modul/LKS Kewarnegaraaan Kelas XII

    Pers (Pengertian, Fungsi dan Peranan) Lengkap

    Pers (Pengertian, Fungsi dan Peranan) Lengkap - Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel tentang pengertian pers, fungsi dan peranan pers.

    Pers adalah lembaga yang ikut mengontrol jalannya roda pemerintahan. Pers turut mengawasi pemerintah dalam menjalankan fungsi administrasi negara, lembaga legislatif sebagai kepanjangan tangan dari rakyat atau yang sering disebut sebagai wakil rakyat, begitu pula adanya dengan lembaga yudikatif serta lembaga-lembaga lainnya yang turut mendukung jalannya pemerintah.

    Peran pers sebagai lembaga pengontrol ditunjukkan melalui fungsinya untuk memberikan dan mendistribusikan informasi atas suatu peristiwa kepada masyarakat, pers harus bebas dari pengaruh dan kekuasaan apapun, sehingga pers disebut sebagai lembaga yang independen.

    Pers adalah lembaga yang dapat membangun opini publik terhadap informasi yang disajikannya, oleh karena itu pers mempunyai peran penting terhadap tegaknya negara demokrasi. Pers harus menyatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Pers harus menyampaikan kebenaran, valid, dan berimbang. Sehingga apa yang disajikan kepada publik adalah sesuatu yang benar dan bisa diterima masyarakat.

    Berikut ini adalah pengertian pers, serta fungsi dan peranan pers.

    Pers (Pengertian, Fungsi dan Peranan) Lengkap


    Pengertian Pers 


    Istilah pers berasal dar kata persen bahasa Belanda atau press bahasa Inggris, yang berarti menekan yag merujuk pada mesin cetak kuno yang harus ditekan dengan keras untuk menghasilkan karya cetak pada lembaran kertas.

    Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia kata pers berarti:
    1. alat cetak untuk mencetak buku atau surat kabar,
    2. alat untuk menjepit atau memadatkan,
    3. surat kabar dan majalah yang berisi berita,
    4. orang yang bekerja di bidang persuratkabaran.

    Menurut UU no. 40 tahun 1999 tentang Pers, pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, serta data grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

    Berikut definisi pers menurut beberapa sumber.
    • Ensiklopedi Indonesia, istilah pers merupakan nama seluruh penerbitan berkala seperti koran, majalah, dan kantor berita.
    • Profesor Oemar Seno Adji, pers dalam arti sempit berarti penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau berita-berita dengan kata tertulis. Sebaliknya, pers dalam arti luas memasukkan di dalamnya semua media mass communications yang memancarkan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan.
    • L. Taufik, dalam bukunya "Sejarah dan Perkembangan Pers di Indonesia", menyatakn bahwa pengertian pers terbagi atas dua, yaitu pers dalam arti sempit dan pers dalam arti luas. Pers dalam arti sempit dapat diartikan sebagai pers terbatas pada media cetak. Pers dalam arti luas mencakup media massa, termasuk radio, televisi, film, dan internet.
    • Leksikon Komunikasi, pers berarti, a) usaha percetakan dan penertiban, b) usaha pengumpulan dan penyiaran berita, c) penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, radio, dan televisi.
    • Menurut J.C.T. Simorangkir, S.H. Dalam bukunya yang berjudul "Hukum dan Kebebasan Pers" menyebutkan, a) pers dalam arti sempit, hanya terbatas pada surat-surat kabar harian, mingguan dan majalah, b) pers dalam arti luas, mencakup radio, televisi, dan film.
    • Pers menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu: a) usaha percetakan dan pertiban, b) usaha pengumpulan dan penyiaran berita, c) Penyiaran berita melalui surat kbara, majalah, dan radio, d) orang yang bekerja dalam penyiaran berita, e) medium penyiaran berita seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film.
    • Menurut Undang-Undang No, 21 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers, pers adalah lembaga kemasyarakatan, alat penjualan nasional yang mempunyai karya sebagai salah satu media komunikasi massa yang bersifat umum, berupa penertiban yang teratur waktu terbitnya, dilengkapi atau tidak diperlengkapi dengan alat-alat milik sendiri berupa percetakan, alat-alat foto, klise, mesin-mesin stensil, atau alat-alat teknik lainnya.
    • Peraturan dalam Ensiklopedi Pers Indonesia adalah sebutan bagi penerbit atau perusahaan atau kalangan yang berkaitan dengan media massa atau wartawan. Segala barang yang dikerjakan dengan mesin cetak.

    Fungsi dan Peranan Pers


    Fungsi Pers


    Secara umum fungsi pers adalah sebagai berikut.
    • Sebagai media informasi, ialah pers itu memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang terjadi kepada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan informasi.
    • Fungsi pendidikan, ialah pers sebagai sarana pendidikan massa, pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya.
    • Fungsi menghibur, ialah pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel-artikel yang berbobot, berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, dan karikatur.
    • Fungsi kontrol sosial, terkandung makna demokratis yang di dalamnya terdapat unsur-unsur seperti, Social particiption, Social responsibility, Social support, Social control.
    • Sebagai lembaga ekonomi, yaitu pers sebagai suatu perusahaan daat memanfaatkan keadaan di sekitarnya sebagai nilai jual.
    • Menghubungkan atau menjembatani. Pers mempunyai fungsi sebagai penghubung atau jembatan antara masyarakat dan pemerintah atau sebaliknya.
    • Sebagai wahana komunikasi massa. Pers nasional sebagai sarana komunikasi antarwarga negara, warga negara dengan pemerintah, antar sesama lembaga pemerintah, dan antar berbagai pihak.
    • Sebagai pembentuk opini. Informasi atau berita yang disajikan oleh pers dapat membentuk opini publik.
    • Memotivasi atau menggerakkan. Pemberitaan tertentu dalam media massa dapat memotivasi dan menggerakkan seseorang atau pihak tertentu ntuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu kegiatan/perbuatan.

    Peranan pers


    Menurut Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang pers, peranan Pers Nasional adalah,
    • Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.
    • Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan hak asasi manusia, serta menghormati kebhinekaan.
    • Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.
    • Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
    • Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

    Demikianlah artikel kali ini tentang Pers (Pengertian, Fungsi dan Peranan). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

    Sumber: LKS/Modul Kewarnegaraan XII untuk SMK/MAK

    Fungsi Negara (Secara Umum, Menurut Para Ahli, Teori)

    Fungsi Negara (Secara Umum, Menurut Para Ahli, Teori) - Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel tentang fungsi negara secara umum serta menurut para ahli, perbedaan fungsi dan tujuan negara, teori fungsi negara antara lain teori individualisme, teori sosialisme, teori komunisme dan teori anarkisme.

    Istilah negara atau state timbul pada zaman Renaissance di Eropa pada abad ke 15. Istilah state muncul bersamaan dengan istilah lo stato, dalam buku II Principle tulisan Niccolo Machiavelli. Dalam bahasa Inggris the state, der state dalam bahasa Jerman, de staat dalam bahasa Belanda dan I'etat dalam bahasa Prancis.

    Istilah tersebut dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara yang diartikan sebagai suatu sistem tugas-tugas publik dan alat-alat perlengkapan yang teratur di dalam wilayah tertetu.

    Berikut ini adalah fungsi negara secara umum, menurut para ahli dan teori fungsi negara.

    Fungsi Negara (Secara Umum, Menurut Para Ahli, Teori)


    Fungsi negara secara umum


    1. Fungsi keamanan dan ketertiban. Melaksanakan penertiban (law and order) untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, maka negara melaksanakan pertiban atau bertindak sebagai stabilisator

    2. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Bagi negara-negara baru, fungsi ini dianggap sangat penting karena untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat diperlukan campur tangan dan peran aktif dari negara.

    3. Fungsi pertahanan, yaitu menjaga kemungkinan serangan dari luar sehingga negara harus dilengkapi dengan alat-alat pertahanan.

    4. Fungsi keadilan. Menegakkan keadilan yang dilaksanakan melalui badan-badan pengadilan.

    Perbedaan antara fungsi dan tujuan negara

    Fungsi negara dapat berkembang lebih luas sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai negara. Jadi fungsi negara tidak bisa dipisahkan dari tujuan negara, keduanya saling berkaitan, dapat dikatakan tujuan tanpa fungsi adalah steril. Fungsi tanpa tujuan adalah mustahil.

    Perbedaan antara fungsi dan tujuan negara, yaitu:

    1. Tujuan menunjukkan dunia kita, yakni suasana ideal yang harus dijelaskan, sedangkan fungsi adalah pelaksanaan-pelaksanaan dari tujuan yang hendak di capai.

    2. Tujuan merupakan ide yang statis, sedangkan fungsi menunjukkan keadaan gerak aktivitas dan termasuk dalam suasana kenyataan.

    3. Tujuan bersifat abstark-ideal, sedangkan fungsi adalah riil dan konkret.

    Fungsi negara menurut para ahli


    1. Charles E. Merriam dalam buku Systematic Politics yang dikutip Miriam Budiardjo. Negara memiliki lima fungsi, yaitu:

    • Fungsi keamanan ekstern
    • Fungsi ketertiban intern
    • Fungsi keadilan 
    • Fungsi kesejahteraan umum
    • Fungsi kebebasan


    2. Jacobsen dan Lipman mengklasifikasikan fungsi negara menjadi:

    • Fungsi esensial
    • Fungsi jasa
    • Fungsi perniagaan


    Teori Fungsi Negara


    1. Teori Individualisme


    Teori Individualisme merupakan suatu paham yang menempatkan kepentingan individu sebagai pusat perhatian dalam berbagai hal. Teori Individualisme lebih menekankan pada kebebasan perorangan, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun bidang-bidang lainnya.

    Menurut teori individualisme fungsi negara hanyalah sebagai pemelihara dan penjaga ketertiban dan keamanan individu dalam masyarakat.

    2. Teori sosialisme


    Menurut teori sosialisme, fungsi negara bukan hanya sebagai pemelihara ketertiban dan keamanan, tetapi harus diperluas sedemikian rupa sehingga tiada lagi aktifitas sosial yang tidak diselenggarakan oleh negara.

    3. Teori komunisme


    Dalam masyarakat negara komunis, semua alat produksi dimiliki negara, namun demikian benda lainnya yang tidak termasuk alat-alat produksi pun dijadikan sebagai milik bersama atau milik negara. Menurut ajaran komunis, dalam masyarakat terdapat dua kelas, yaitu kelas pemilik alat produksi dan kelas bukan pemilik alat produksi.

    Menurut teori komunisme fungsi negara adalah sebagai alat pemaksa oleh kelas pemilik alat produksi terhadap kelas lainnya sebagai upaya untuk mempertahankan alat produksi yang dimilikinya.

    4. Teori anarkisme


    Anarkisme adalah suatu paham yang menolak adanya pemerintah. Mereka menginginkan terwujudnya masyarakat yang bebas tanpa organisasi-organisasi paksaan. Menurut teori anarkisme, fungsi negara dapat dilaksanakan oleh kelompok atau perhimpunan yang dibentuk secara sukarela, tanpa alat-alat paksaan, tanpa polisi, terutama tanpa hukum serta pengadilan.

    Baca juga: 4 Unsur-unsur Terbentuknya Negara Berdasarkan Konvensi Montevideo 1933

    Demikianlah artikel kali ini tentang Fungsi negara (secara umum, menurut para ahli dan teorinya). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

    Sumber: LKS Pendidikan Kewarnegaraan IX