Tampilkan postingan dengan label Penjaskes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penjaskes. Tampilkan semua postingan

Pencak Silat (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Sejarah)

Pencak Silat (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Sejarah, Peraturan) - Pada kesempatan kali ini Ensikopediasli akan membahas tentang pengertian pencak silat, tujuan pencak silat, manfaat pencak silat, sejarah pencak silat dan peraturan pencak silat.

Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional berasal dari Indonesia. Pencak Silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi.

Istilah silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang digunakan adalah pencak silat. Nama "pencak" digunakan di Jawa, sedangkan "silat" digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan.

Berikut ini adalah pengertian, tujuan, manfaat, sejarah dan peraturan pencak silat.

Pencak Silat (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Sejarah)



Pengertian Pencak Silat

Pencak adalah permainan tari yang berdasarkan pada kesigapan dan banyak gaya serta bunga pada langkahnya. Sedangkan silat adalah kepandaian menjaga diri dari serangan yang tidak terduga yang berdasar pada sigap dan tangkas, serta memperhatikan tiap gerak dan gerik lawan.

Pencak silat merupakan olahraga bela diri yang berasal dari Indonesia. Induk organisasi pencak silat di Indonesia bernama IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). IPSI didirikan pada tanggal 18 Mei 1948. IPSI tercatat sebagai organisasi silat tertua di dunia, Teknik dasar yang harus dikuasai untuk dapat melakukan pencak silat adalah sikap dasar, gerak dasar, teknik dasar serangan, teknik dasar pembelaan.

Olahraga pencak silat dapat dikatakan sebagai seni sebab dalam olahraga ini adalah unsur-unsur bela diri, budi pekerti, pembentukan sikap. Adanya kepribadian yang kuat dan semangat kebangsaan berguna untuk membentuk manusia pembangunan.

Pencak silat ditinjau dari sudut seni harus mempunyai keselarasan dan keseimbangan antara wirama, wirasa, dan wiraga atau keserasia irama, penyajian teknik dan penghayatan. Pada seni pencak silat penekanan dan dominasi dapat diletakkan pada hal-hal berikut:

  1. a. Gerak bela diri yang diperhalus dan diperindah.
  2. b. Gerak tari yang mengambil motif-motif bela diri pencak silat.
  3. c. Gerak tari yang diwarnai gerak pencak silat sekadarnya sebagai situasi saja.
  4. d. Gerak perpaduan yang seimbang dan selaras antara tari dan bela diri.


Tujuan Pencak Silat


  • Sebagai wadah bagi generasi yang mempunyai hobi olahraga khususnya beladiri untuk menyalurkan bakat dan minatnya.
  • Membentuk masyarakat "Berjiwa Sehat, Berpikir Cerdas, Berprestasi".
  • Membentuk dan mendidik kader-kader bangsa agar memiliki sikap ksatria, berani membela kebenaran dan keadilan, disiplin yang tinggi serta tanggung jawab lahir dan batin.
  • Mendorong dan menggerakkan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakikat dan manfaat olahraga Pencak Silat sebagai kebutuhan hidup.
  • Mendidik generasi mudah agar tidak terjerumus pergaulan bebas, pengguna obat terlarang.


Manfaat Pencak Silat

Aspek Olahraga dan Kesehatan


Belajar silat mendatangkan manfaat yang besar, minimal untuk memelihara kesehatan dan kesegaran jasmani karena di dalamnya terdapat gerakan-gerakan olah tubuh yang sangat bermanfaat.

Sebagai salah satu cabang olahraga pada umumnya dan beladiri khususnya, beladiri silat merupakan rangkaian dari gerakan-gerakan badan menurut sistem dan metoda tertentu.

Telah kita ketahui bersama olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk memelihara kesehatan jasmani. Silat sebagai salah satu alat berolahragapun memiliki cara-cara khusus dalam membina kesehatan jasmani.

Dengan melakukan teknik tertentu, selain gerakan pemanasan pada umumnya yang ada pada tiap cabang olahraga, silat melatih otot-otot.

Demikian pula dengan cara tertentu, silat melatihmu menjadi lebih peka pendengaran dan lebih awas penglihatan, bila dibanding dengan cabang olah raga lain. Selanjutnya, dengan gerakan dan teknik-teknik tertentu pula kamu bisa melatih otot-otot leher serta persendiran tubuh.

Selain gerakan otot, dalam pencak silat seorang pesilat akn dilatih teknik pernafasan untuk menguatkan alat-alat dalam tubuh kita, termasuk bagaimana cara menambah kesehatan jantung dan paru-paru. Jadi, khusus bagi alat-alat tubuh kita bagian dalam, bukan hanya gerakan tubuh yang menguatkannya, melainkan (dan terutama sekali) latihan bernapas khusus yang baik.


Membangkitkan Nilai Percaya Diri


Pencak silat adalah salah satu sarana yang bisa  digunakan  untuk melatih kepercayaan diri dan kecerdasan anak secara menyeluruh, bukan hanya fisik tapi juga mental bahkan spiritual. Didalam pencak silat seorang anak dilatih untuk adu tanding/sambung, jurus, senam masal, asdower/fisik bahkan tidak hanya itu seorang anak juga akan dilatih tentang kepemimpinan dan spiritual.

Dalam latihan jurus dan senam anak dituntut untuk bisa yakin pada diri sendiri, anak tidak boleh toleh/melirik kanan dan kiri untuk meniru gerakan dari temanya karena jika kebiasaan itu dibiarkan akan menjadi hal yang kurang baik bagi anak untuk itu terkadang ada hukuman terhadap anak yang melakukan kesalahan tersebut dengan tujuan mendidik.

Segi Psikologi dan Pendidikan


Pencak adalah permainan tari yang berdasarkan pada kesigapan dan banyak gaya serta bunga pada langkahnya. Sedangkan silat adalah kepandaian menjaga diri dari serangan yang tidak terduga yang berdasar pada sigap dan tangkas, serta memperhatikan tiap gerak dan gerik lawan. Kesigapan dan ketangkasan serta langkah dan gaya pada silat tak banyak bunganya yang kesemuanya teratur rasionil.

Pencak dan silat adalah berbeda satu sama lain namun merupakan satu kesatuan, dimana yang satu untuk bermain dan yang satu untuk menjaga diri.

Pencak dan silat dipelajari bersamaan dimana yang satu menggenapkan yang lain. Selain memperluas budi pekerti, pencak dan silat menenemkan rasa percaya pada diri sendiri. Orang yang pandai pencak dan silat adalah berani.

Membina Sportivitas dan Jiwa Kesatria


Dari segi pribadi menguntungkan generasi muda. Karena dalam silat diajarkan tata krama berjiwa besar, berhati mulia dan berikap ksatria. Ada pesan perguruan yang harus dipikul oleh tiap anak sasian (murid), yaitu :

“Untuk memenangkan setiap perkelahian ialah dengan menghindarkan perkelahian itu.”

Jadi, tujuan utama memberikan bimbingan Seni Pencak Silat pada generasi muda, bukan hanya untuk bersilat secara fisik, tetapi lebih jauh dari itu. (Hendrik, 1977).

Sejarah Pencak Silat


Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pembelaan diri dapat diandalkan.

Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama. Di semenanjung Malaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya yaitu gayong dan cekak. Di Thailand, pencak silat dikenal dengan nama bersilat, dan di Filipina selatan dikenal dengan nama pasilat.

Sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke-11. Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh gerakan pertarungan antara harimau dan monyet.

Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.

Pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia. Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia), yang saat itu menjabat ketua IPSI. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.

Beberapa organisasi silat nasional antara lain adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.

Demikianlah artikel kali ini tentang Pencak Silat (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Sejarah). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: LKS Pendidikan Jasmani dan Olahraga Untuk SMP/MTS  Semester 1 Kelas 9
https://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat
https://aturanpermainan.blogspot.co.id/2017/01/manfaat-dan-nilai-positif-pencak-silat.html
http://saidulpenjas.blogspot.co.id/2016/12/pengertian-tujuan-ruang-lingkup-pencak.html

Permainan Bulu Tangkis (Pengertian, Sejarah, Lapangan, Peraturan, Peralatan)

Permainan Bulu Tangkis (Pengertian, Sejarah, Lapangan, Peraturan dan Peralatan) - Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel tentang pengertian bulu tangkis, sejarah bulu tangkis, ukuran lapangan bulu tangkis, peraturan dasar bulu tangkis dan peralatan bulu tangkis.

Permainan bulu tangkis termasuk permainan bola kecil, yaitu permainan yang menggunakan bola berukuran kecil. Olahraga yang termasuk dalam permainan bola kecil, antara lain bulu tangkis, tenis meja, dan tenis lapangan. Bulu tangkis merupakan permainan yang menggunakan raket dan cock.

Berikut ini adalah penjelasan permainan bulu tangkis (pengertian, sejarah, ukuran lapangan, peraturan dan peralatan).

Permainan Bulu Tangkis (Pengertian, Sejarah, Lapangan, Peraturan, Peralatan)



Pengertian Bulu Tangkis


Bulu tangkis adalah olahraga memukul bola kecil (shuttlecock) dengan raket dengan teknik pemukulan yang bervariasi mulai dari yang relatif lambat hingga yang sangat cepat.

Sejarah Bulu Tangkis


Menurut sejarahnya bulu tangkis berasal dari India yang dinamakan "Poona". Kemudian, permainan ini dibawa ke Inggris. Pada tahun 1873 permainan ini dimainkan di taman istana milik Duke de Beufort di Badminton Gloucenter Shire, sehingga permainan ini disebut juga Badminton.

Induk organisasi internasional bulu tangkis adalah IBF (International Badminton Federation). IBF didirikan pada tanggal 5 Juli 1934 oleh 9 negara anggota, yaitu Kanada, Denmark, Inggris, Prancis, Irlandia, Belanda, New Zealand. Scotlandia, dan Wales. Anggota IBF bertambah secara cepat dari tahun ke tahun.

IBF menyelenggarakan kejuaraan beregu putra antarnegara yang dinamakan kejuaraan Thomas Cup pada tahun 1948-1949. Sedangkan kejuaraan beregu putri pada tahun 1956-1957 disebut kejuaraan Uber Cup. Sejak saat itu turnamen berkembang seperti Sudirman Cup, World Junior, dan World Grand Fix Finals.

Organisasi bulu tangkis di Indonesia yaitu membentuk PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) pada tahun 1951.

Lapangan Bulu Tangkis

Permainan Bulu Tangkis (Pengertian, Sejarah, Lapangan, Peraturan, Peralatan)

Keterangan gambar:

  1. Bentuk lapangan empat persegi panjang, lapangan harus bebas dari rintangan atas lebih kurang 7,5 m
  2. Ukuran lapangan untuk tunggal. Panjang : 13,40 m dan Lebar : 5,18 m
  3. Ukuran lapangan untuk ganda. Panjang : 13,40 m dan Lebar : 6,10 m


Peraturan Dasar Bulu Tangkis


  • Nilai diperoleh bila lawan tidak dapat mengembalikan bola dengan sempurna atau bola keluar lapangan. 
  • Game atau set dikatakan berakhir apabila salah satu pemain telah mengumpulkan angka 21.
  • Pergantinan tempat. Ada dua macam yaitu dilakukan setelah satu game selesai, kedua dilakukan saat permainan memperoleh angka 8 pada set setelah terjadi rubber set.
  • Lama permainan. Permainan dianggap selesai jika salah satu pemain atau regu tidak menyelesaikan set terakhir , yaitu yang menentukan kemenangan, misalnya: 2-0 atau 2-1.


Peralatan Bulu Tangkis


  1. Raket terbuat dari bahan logam ringan dan senar nilon.
  2. Bola (shuttlecock) dibuat dari bahan bulu angsa yang dibalut dengan lapisan kulit yang tipis. Harus memiliki 16 bulu tertancap antara 62-70 mm, yang diukur dari ujung hingga bagian atas bola. Bulu-bulu harus diikat dengan benang atau bahan lain dengan kuat. Berat bola antara 4,74 - 5,50 gram.
  3. Net atau jaring berfungsi sebagai pembatas bidang permainan lawan sehingga net dipasang di tengah-tengah lapangan dalam posisi melintang.
  4. Ukuran net, panjang 6,10 m dan lebar 0,76 m. Tinggi dari lantai bagian tepi : 1,55 m dan tinggi dari lantai bagian bawah : 1,52 m.


Baca juga: Permainan Bola Basket (Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan)

Demikianlah artikel kali ini tentang permainan bulu tangkis (pengertian, sejarah, lapangan, peraturan, peralatan). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: LKS Pendidikan Jasmani dan Olahraga IX

Permainan Bola Basket (Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan)

Permainan Bola Basket (Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan) - Pada kesempatan kali ini izinkan saya membagikan artikel mengenai pengertian permainan bola basket, sejarah permainan bola basket, teknik dasar permainan bola basket dan peraturan permainan bola basket.

Permainan bola basket termasuk dalam permainan bola besar. Permainan bola besar merupakan permainan olahraga menggunakan bola berukuran besar. Adapun teknik permainan bola basket meliputi chest pass, catching, dribbling, shooting dan pivot.

Berikut ini ialah pengertian permainan bola basket, sejarah bola basket, teknik dasar permainan bola basket dan peraturan permainan bola basket.

Permainan Bola Basket (Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan)



Pengertian Permainan Bola Basket


Bola basket adalah olahraga bola secara berkelompok yang kelompoknya terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding memasukkan bola kedalam keranjang lawan lalu mendapatkan poin.

Bola basket sangat cocok untuk ditonton, karena dimainkan di ruang olahraga tertutup dan memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu juga, permainan bola basket lebih kompetitif karena tempo bermain cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan permainan bola besar lainnya, seperti sepak bola.

Sejarah Bola Basket


Basket dianggap sebagai olahraga yang unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, merupakan seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts.

Ia harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang sekarang ini dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.

Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat.

Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat.

Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah permainan bola basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.

Induk olahraga bola basket Internasional adalah FIBA yang berkedudukan di Paris dan pada tahun 1952 di Indonesia dibentuk organisasi Bola Basket Seluruh Indonesia. Permainan bola basket sendiri telah dilombakan pada PON I di kota Solo pada tahun 1948.

Teknik Dasar Bola Basket


a. Teknik melempar bola


  • Lemparan setinggi dada (chest pass)
  • Lemparan atas dengan dua tangan
  • Lemparan pantulan dengan kedua tangan
  • Lemparan dengan satu tangan


b. Teknik menangkap bola (catching)


Menangkap bola dapat dilakukan dengan satu tangan atau dua tangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menangkap bola adalah sebagai berikut.

  • Sikap kaki kuda-kuda/sejajar.
  • Badan sedikit membungkuk.
  • Tangan dijulurkan ke arah bola.
  • Pandangan ke arah jalannya bola.
  • Saat bola menyentuh telapak tangan secepatnya tangan dan bola ditarik ke arah badan/ke arah bola, jangan melawan arah bola.


c. Teknik menggiring bola (Mendrible)


Menggiring bola yaitu memantul-mantulkan bola dengan satu tangan sambil berjalan maupun berlari dengan tujuan untuk mendekatkan pada sasaran, baik kepada teman maupun ring untuk dilakukan tembakan.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat mendrible adalah sebagai berikut.

  • Sikap kaki kuda-kuda, lutut sedikit ditekuk.
  • Badan sedkit condong, berat badan pada dua kaki.
  • Geraan tangan menekan bola ke bawah dan menjemput bola kemudian menarik ke atas, siku sebagai sumbu gerak.
  • Usahakan seakan-akan bola lekat dengan tangan.
  • Pandangan ke arah depan atau lawan.


d. Teknik menembak/memasukkan bola (shooting)


Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama dengan teknik lemparan. Jika pemain menguasai teknik passing maka pelaksanaan teknik menembak akan sangat mudah dan cepat dilakukan. Keberhasilan dalam permainan bola basket selalu ditentukan oleh keberhasilan menembak.

Cara melakukannya sebagai berikut.

  • Menghadap papan (facing shoot) dalam keadaan berhenti.
  • Posisi kaki bisa sejajar atau salah satu kaki berada di depan.
  • Bola dipegang dengan dua tangan di atas kepala, siku ditekuk lebih kurang 90 derajat.
  • Tangan kiri lepas, sedangkan tangan kanan diputar sedikit ke arah ring.
  • Saat akan melempar, lutut ditekuk sedikit untuk mendapatkan dorongan,
  • Gerakan dimulai dari dorongan kaki, lengan dan terakhir lecutan pergelangan tangan.
  • Bola diarahkan parabola sehingga datangnya bola di atas ring.


e. Teknik pivot


Pivot adalah berputar ke segala arah dengan satu kaki dan kaki yang lain sebagai porosnya. Gerakan pivot berfungsi untuk melindungi bola dari rebutan lawan. Kesalah-kesalah saat melakukan pivot, meliputi:

  • Kaki poros terangkat.
  • Arah berpuar menghadap lawan.
  • Peraturan dasar.


Peraturan Bola Basket


Berikut ini beberapa peraturan pokok dalam permainan bola basket.

  • Masing-masing regu terdiri atas lima orang, dengan waktu bermain 2 x 20 menit dengan istirahat 10 menit.
  • Permainan bola basket dipimpin oleh satu wasit utama (referee) dan wasit kedua (umpire).
  • Pertandingan diawali dengan bola lompat (jump ball) di lingkaran garis tengah lapangan.
  • Bila bola berhasil dimasukkan, maka regu yang berhasil memasukkan bola akan mendapat nilai dua kecuali tembakan yang dilakukan di luar daerah tembakan mendapat tiga poin.
  • Pemenang pertandingan ditentukan oleh jumlah nilai terbanyak. 
  • Pemain tidak boleh berdiri di daerah bersyarat lebih dari tiga detik (three second rule).


Baca juga: 4 Teknik Dasar Permainan Bola Voli

Demikianlah artikel kali ini tentang Permainan Bola Basket (Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: LKS Pendidikan Jasmani dan Olahraga IX

4 Teknik Dasar Permainan Bola Voli (Servis, Passing, Smash, Blocking)

4 Teknik Dasar Permainan Bola Voli (Lengkap) - Dalam artikel sebelumnya saya telah membahas tentang pengertian, sejarah, peraturan permainan bola voli.

Teknik-teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan bola voli adalah teknik servis, passing, smash/spike dan bendungan (blocking).

Berikut ini adalah teknik dasar permainan bola voli terlengkap.

4 Teknik Dasar Permainan Bola Voli (Servis, Passing, Smash, Blocking)



A. Servis


Servis merupakan pukulan permulaan untuk memulai suatu permainan. Teknik servis dapat dibagi menjadi tiga yaitu servis bawah, servis atas dan servis samping.

B. Passing


Passing adalah mengoperkan bola kepada pasangan main untuk dimainkan di dalam area tim sendiri. Passing dibedakan menjadi dua macam, yaitu passing atas dan passing bawah.

Passing dalam permainan bola voli meliputi:

  • Mengambil bola
  • Mengoperkan bola ke teman
  • Mengumpan bola ke teman
  • Memasukkan bola ke daerah lawan.


C. Smash/Spike


Spike adalah memukul bola ke lapangan lawan sehingga bola bergerak melewati jaring dan mengakibatkan pihak lawan sulit mengembalikannya. Sedangkan smash merupakan teknik memukul bola ke lapangan sehingga bola bergerak melewati atas jaring dan menyebabkan lawan sulit untuk mengembalikan bola.

Adapun teknik dalam melakukan smash dengan bola dilambungkan. Berikut cara melakukannya:

1) Teknik awalan


  • Jarak awalan tiga langkah dari bola.
  • Lari ke arah bola dengan irama teratur.
  • Ayunkan kedua lengan ke depan dengan siku lurus.


2) Teknik tolakan


  • Jarak tolakan dengan bola kira-kira sejangkauan tangan
  • Ayunkan kedua lengan ke atas sambil menolakkan kedua kaki sekuat-kuatnya pada lantai secara serempak.
  • Sikap tubuh pada saat melayang menyerupai busur.


3) Teknik gerakan memukul


  • Ayunkan tangan pukul ke arah bola sambil membungkukkan badan, telapak terbuka dan siku lurus.
  • Bola dipukul pada bagian atas belakang dengan cambukan telapak tangan.
  • Siku tetap lurus.


4) Teknik mendarat



  • Gerak mendarat adalah gerak dilakukan setelah gerak pukulan. Pendaratan oleh kedua ujung kaki bersama-sama dan kedua lutut mengeper.
  • Pada waktu mendarat diusahakan posisi yang sama dengan tempat menolak.
  • Keseimbangan dan rangkaian gerakan harus dijaga agar tidak jatuh ke lapangan lawan atau menyentuh net.
  • Mendarat dengan kedua kaki mengeper.


D. Teknik dasar membendung (blocking)


Membendung (blocking) adalah upaya menghalang-halangi lawan dengan cara merentangkan kedua tangan pada tempat yang diduga menjadi jalannya bola. Ada dua macam blocking yang dilakukan pemain, yaitu blocking tunggal dan berkawan.

Teknik blocking terdiri atas empat bagian sebagai berikut:

  • Sikap bersiap yaitu sikap berdiri di dekat jaring dengan kaki selebar bahu, kedua lutut ditekuk serta kedua lengan setinggi dan di depan dada.
  • Bergerak dan melompat yaitu gerak pergeseran kaki sejajar dengan net. Setelah bergeser kemudian dilanjutkan dengan gerak menolak kedua kaki ke atas dari depan dada.
  • Kedua tangan ada di dekat jaring dan jaraknya dari diameter bola. Jari-jari telapak tangan terbuka dan sedikit ditekuk. Posisi pergelangan tangan menyesuaikan denga arah datangnya bola.
  • Sikap turun yaitu sikap untuk menetralkan tenaga atau mengontrol gerakan. Dalam gerakan turun bagian kaki yang pertama kali adalah bagian depan telapak kaki, kemudian diikuti dengan tekukan kedua lutut mengeper dan kedua tnagan diturunkan melalui depan dada, serta pandangan tertuju ke depan atas.


Baca juga: Pengertian, Sejarah, Peraturan Permainan Bola VOli

Demikianlah artikel kali ini tentang teknik dasar permainan bola voli. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: LKS Pendidikan Jasmani dan Olahraga IX

Sejarah dan Istilah-istilah dalam Sepak Bola

Sejarah Sepak Bola dan Istilah-istilah dalam Sepak Bola - Permainan sepak bola merupakan salah satu permainan bola besar beregu/berkelompok. Permainan ini dapat dilaukan di tanah lapang. Tujuan utama dari permainan sepak bola adalah memasukkan bola ke gawang lawan.

Berikut ini adalah sejarah sepak bola dan istilah-istilah dalam sepak bola.

Sejarah dan Istilah-istilah dalam Sepak Bola


Sejarah sepak bola


Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan 3 sebelum Masehi di Cina, permainan menendang dan membawa bola juga digemari mulai abad ke-16.

Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan sangat digemari. Bangsa Inggris-lah yang pertama kali mendirikan perserikatan persepakbolaan dengan nama Football Association pada tahun 1863.

Julius Rimet menjadi ketua Federation International Football Association (FIFA) pada tahun 1921-1951. Ia menetapkan setiap 4 tahun sekali diadakan kejuaraan sepakbola seluruh dunia, Organisasi internasional sepak bola disebut FIFA. FIFA didirikan tanggal 21 Mei 1904 atas inisiatif Guerin dari Prancis.

Pada tanggal 19 April 1930 dibentuklah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) diketuai oleh Ir. Suratin Sosrosugondo.

Istilah-istilah dalam sepak bola


1. Offside


Seorang pemain dinyatakan offside apabila salah seorang pemain atau lebih pemain berada di depan dekat daerah gawang, sebelum bola dioperkan oleh temannya, sedangkan posisi pemain lawan berada di belakangnya.

2. Tendangan bebas


Tendanga bebas terdiri dari dua macam, yaitu tendangan bebas langsung dan tentangan bebas tidak langsung.

3. Tendangan Penalti


Pada dasarnya tendangan penalti merupakan tendangan hukuman atas pelanggaran yang dilakukan oleh pihak lawan di dalam kotak pinalti.

4. Hand ball


Hand ball merupakan satu hukuman apabila pemain menyentuh bola dengan tangannya, baik sengaja maupun tidak sengaja (selain penjaga gawang).

5. Lemparan ke dalam


Lemparan ke dalam terjadi jika bola keluar dari garis samping lapangan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Jika bola keluar lapangan menyentuh kaki lawan atau disengaja atau tidak disengaja oleh kaki lawan maka yang berhak melempar adalah kita atau sebaliknya.

Baca juga: Pengertian, Teknik Dasar dan Peraturan dalam Permainan Sepak Bola

Demikianlah artikel kali ini tentang Sejarah dan Istilah-istilah dalam Sepak Bola. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: LKS Pendidikan Jasmani dan Olahraga IX

Tes Kebugaran Jasmani (Pengertian, Jenis-jenis, Fungsi, Hakikat)

Tes Kebugaran Jasmani (Pengertian, Jenis-jenis, Fungsi, Hakikat) - Pada kesempatan kali ini anekaremajaviral akan membahas artikel penjaskes tentang pengertian tes kebugaran jasmani, jenis-jenis tes kebugaran jasmani/macam-macam tes kebugaran jasmani, fungsi tes kebugaran jasmani dan hakikat tes kebugaran jasmani.

Setiap orang pasti menginginkan tubuhnya sehat dan bugar. Untuk itu, diperlukan kegiatan olahraga yang rutin dan teratur. Salahsatu cara mengukur kebugaran jasmani adalah dengan melakukan tes kebugaran jasmani.

Pengertian kebugaran jasmani adalah keadaan atau kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas atau tugas-tugasnya sehari-hari dengan mudah tanpa mengaami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya untuk keperluan-keperluan lainnya.

Berikut ini adalah Tes Kebugaran Jasmani (Pengertian, Jenis-jenis, Fungsi, Hakikat).

Kebugaran Jasmani


Pengertian Tes Kebugaran Jasmani


Tes kebugaran jasmani adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menilai/mengukur sejauh mana kemampuan kebugaran jasmaninya dan mengetahui tingkat kebugaran jasmaninya.

Jenis Tes Kebugaran Jasmani


1. Tes Denyut Nadi Maksimal (DNM)


Denyut nadi adalah frekuensi irama denyut/detak jantung yang dapat dipalapasi (diraba) di permukaan kulit pada tempat-tempat tertentu. Ini berarti frekuensi denyut nadi pada umumnya sama dengan frekuensi detak jantungnya.

Tempat meraba denyut nadi antar lain di pergelangan tangan bagian depan sebelah atas pangkal ibu jari, dileher sebelah kiri atau kanan, di dada sebelah kiri tepat di apex jantung dan di pelipis. Frekuensi nadi akan meningkat bila kerja jantung meningkat. Ini berarti bila kita berlatih, maka dengan sendirinya frekuensi denyut nadi akan semakin cepat sampai batas tertentu sesuai dengan beratnya latihan yang telah dilakukan.

DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan. DNM = 220 - UMUR. Upaya untuk meningkatkan DN intesitas latihan harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, jika minggu ini ingin mencapai training zone 70%, untuk minggu berikutnya harus ditingkatkan 75% dan seterusnya.

2. Tes Harvard Step Test


Pengukuran daya tahan jantung dan paru-paru dilakukan menggunakan Hardvard Step Test. Cara Hardvard Step Test adalah pelajar putra dan putri melakukan gerakan naik turun kursi. Untuk putra, tinggi kursi 45 cm dalam waktu 5 menit.

Untuk putri, tinggi kursi 40 cm dalam waktu 4 menit. Dalam 1 menit melakukan gerakan naik turun kursi sebanyak 30 kali. Setelah itu, istirahat selama 45 detik, dan denyut nadi dihitung dalam waktu 30 detik.

Selanjutnya, setelah 2 dan 3 menit diulang lagi. Standar perhitungan denyut nadi lebih dari 91 dianggap baik sekali, 81-90 dianggap baik, 71-80 dianggap cukup, 61-70 sedang, 51-60 kurang, dan kurang dari 50 dianggap kurang sekali.

3. Tes lari cepat 60 meter


Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan. Caranya dengan lari cepat 60 meter. Alat dan fasilitas yang digunakan adalah lintasan lari sepanjang 60 meter, stopwatch, peluit. Caranya peserta berdiri dibelakang garis start. Pada aba-aba "siap", peserta mengambil skiap berdiri dan bersiap untuk lari.

Pada aba-aba "ya!" peserta lari secepat mungkin menuju garis finish, menempuh jarak 30 meter untuk putra dan 40 meter untuk putri. Lari diulang apabila pelari mencuri start, tidak melewati garis finish, dan pelari terganggu dengan pelari lain.

Pengukuran waktu dilaksanakan dari saat bendera diangkat sampai pelari tepat melintasi garis finish. Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk nenempuh jarak 30 meter untuk putra dan 40 meter untuk putri, dalam waktu satuan waktu detik.

4. Tes gantung siku tekuk (pull up)


Tes ini betujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahana otot lengan serta ketahanan otot bahu. Caranya dengan gerakan gantung siku tekuk (pull up). Alat fasilitas yang digunakan adalah palang tunggal dan stopwatch.

Caranya palang tunggal dipasang di atas kepala peserta. Peserta berdiri di bawah palang tunggal, kedua tangan berpegangan pada palang tunggal selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke belakang. Dengan bantuan tolakan kaki, peserta melompat ke atas sampai mencapai sikap bergantung, dagu berada di atas palang tunggal.

Sikap tersebut dipertahankan selama mungkin. Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh perserta untuk mempertahankan sikap tersebut dalam satuan detik.

5. Tes baring duduk (sit up)


Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuaan dan ketahanan otot perut. Caranya dengan gerakan baring duduk (sit up). Alat yang digunakan adalah stopwatch. Caranya berbaring terletntang di lantai, kedua lutut ditekuk. Kedua jari-jari tangan ditautkan ke belakang kepala. Kedua pergelangan kaki bisa dipegang peserta lain agar kaki tidak terankat.

Saat terdengar aba-aba "ya", peserta mengambil sikap duduk sampai kedua sikunya menyentuh kedua paha, kemudian kembali kesikap permulaan. Lakukan berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat selama 30 detik. Hasil yang dihitung dan dicaat adalah jumlah gerakan baring duduk yang dapat dilaukan dengan sempurna selama 30 detik.

Fungsi Tes Kebugaran Jasmani



  • Hasilnya dapat dijadikan acuan seseorang untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya.
  • Berguna untuk menilai kemampuan fisik seseorang.
  • Untuk mengukur kemampuan seseorang dalah hal jasmaninya.
  • Untuk mengetahui sejauh mana kondisi atau perkembangan kebugaran jasmani seseorang tersebut.


Hakikat Tes Kebugaran Jasmani


Kebugaran jasmani dapat diperoleh bila seseorang latihan jasmanis secara teratur sesuai kaidah yan berlaku. Dampak latihan jasmani terhadap tubuh di antaranya, meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru, memperkuat sendi dan otot, menurunkan tekanan darah, mengurangi lemak, memperbaiki bentuk tubuh, memperbaiki kadar gula darah mengurangi risiko penyakit jantung koroner, memperlancar aliran darah, memperlancar pertukaran gas dan memperlambat proses menjadi tua.

Adapun manfaat kebugaran jasmani sebagai berikut.

1. Peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung
2. Peningkatan dalam kekuatan, kelentukan stamina, kecepatan dan lain-lain komponen kondisi fisik.
3. Ekonomi gerakan yang lebih baik pada waktu latihan.
4. Pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.

Respon yang cepat dari organisme tubuh kita apabila sewaktu-waktu respons demikian diperlukan. Oleh karena itu, berbagai komponen kebugaran jasmani terseut harus diukur. Tujuannya untuk mengetahui tingkat kebugaran seseorang. Misalnya, pengukuran denyut nadi.

Betapa pentingnya seseorang memahami kesegaran jasmaninya melalu pengukuran denyut nadi seseorang. Khusus bagi pelajar, hal ini sangat penting. Selain mendeteksi apakah siswa memiliki kelainan jantung atau tidak, kesegaran jasmani memeliki keterkaitan erat dengan kehidupan siswa. Seorang pelajar yang bugar dan sehat akan mampu meraih prestasi.

Baca juga : Pengertian dan Gerakan Senam Lantai Tanpa alat dan Menggunakan alat

Demikianlah artikel kali ini tentang Tes Kebugaran Jasmani (Pengertian, Jenis-jenis, Fungsi, Hakikat). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan termakasih.

Pengertian dan Gerakan Senam Irama Tanpa Alat dan Menggunakan Alat

Pengertian dan Gerakan Senam Irama Tanpa Alat dan Menggunakan Gada (Alat) Lengkap - Pada kesempatan kali ini anekaremajaviral akan membahas artikel tentang pengertian senam irama/ritmik, gerakan senam irama/ritmik tanpa menggunakan alat dan gerakan senam irama/ritmik menggunakan gada (alat).

Senam adalah cabang olahraga yang bertujuan untuk menjaga kesehatan kita dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis. Olahraga senam sudah dikenal pada masa Yunani Kuno. Senam menguji kekuatan, irama, keseimbangan, kelenturan, dan ketangkasan seorang atlet senam. Sejak abad ke 19 senam mulai dilombakan. Namun, senam lebih dianggap sebagai suatu pertunjukan seni daripada suatu cabang olahraga.

Berikut ini adalah pengertian dan gerakan senam irama/ritmik tanpa alat dan menggunakan gada.

Pengertian dan Gerakan Senam Irama Tanpa Alat dan Menggunakan Alat



Pengertian Senam Irama


Senam Irama juga disebut dengan senam ritmik. Gerakan senam irama mengikuti irama yang digunakan dan mengutamakan unsur keindahan, kehalusan, keluwesan, keharmonisan gerak, dan ketepatan gerak terhadap irama pengiring. Senam irama dapat dilakukan tanpa alat dan menggunakan alat.

Gerakan Senam Irama Tanpa Alat


a. Mengayun kedua lengan ke atas


Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Berdiri, kedua kaki dibuka selebar bahu.
  • Kedua tangan di samping badan.
  • Hitungan 1-3 : ayun kedua lengan ke atas 3 x hitungan.
  • Hitungan 4 : kembali ke sikap awal.
  • Hitungan 5-7 : ayun lagi kedua lengan ke atas.
  • Hitungan 8 : kembali ke sikap awal.
  • Lakukan berlulang-ulang 2 x 8 hitungan.


b. Mengayun kedua lengan ke samping


Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Berdiri.
  • Kedua tangan diluruskan ke depan.
  • Hitungan 1-3 : ayun kedua tangan ke samping kiri  3 x hitungan.
  • Hitungan 4 : kedua tangan kembali ke posisi semula.
  • Hitungan 5-7 : ayun kedua tangan ke samping kanan 3 x hitungan.
  • Hitungan 8 : kedua tangan kembali ke posisi semula.
  • Lakukan gerakan mengayun kedua lengan ke kiri dan ke kanan sebanyak 2 x 8 hitungan.


c. Mengayun kedua lengan silang di muka


Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Hitungan 1-2 luruskan kedua lengan ke atas dengan disertai kedua lutut mengeper. Pandangan mata ke ujung tangan.
  • Hitungan 3-4 ayunkan kembali kedua lengan silang di muka disertai dengan kedua lutut mengeper.
  • Lakukan 2 x 8 hitungan.


Gerakan Senam Irama Menggunakan Alat (Gada)

Gerakan Senam Irama Menggunakan Alat (Gada)

1. Teknik memegang gada


a. Pegangan biasa (regular grip)

  • Tangan melingkar menghadap ke bawah, kepala gada diletakkan di tangan.
  • Leher gada dipegang antara ibu jari dan jari telunjuk,
  • Jari telunjuk menelusur pada leher gada dan jari keempat diletakkan di kepala gada.


b. Pegangan berlawanan (reserve grip)

  • Tangan melingkar menhadap ke atas.
  • Luruskan gada seperti pada pegangan biasa.
  • Gada ditahan oleh jari telunjuk yang diletakkan di bawah gada.


c. Pegangan biasa atau pegangan atas 

  • Gada dipegang dengan jari telunjuk.
  • Pegangan membentuk cincin melingkar pada leher tepat di bawah kepala gada.
  • Apabila diputar, gada bergerak bebas.
  • Telapak tangan menghadap luar.


d. Pegangan berlawanan atau pegangan bawah.

  • Gada dipegang dengan jari telunjuk.
  • Pegangan membentuk cincin melingkar pada leher tepat di bawah kepala gada.
  • Apabila diputar, gada bergerak bebas.
  • Telapak tangan menghadap atas.


2. Bentuk gerakan menggunakan gada


a. Gerak mengayun ke depan dan belakang

Gerak mengayun ke depan belakang, terdiri atas gerak mengayun ke depan dan belakang serta gerak memutar ke depan. Cara melakukannya adalah:

  • Berdiri, kedua tangan memegang gada.
  • Ayun kedua gada ke depan dan ke belakang diikuti gerakan kedua lutut mengeper, sedangkan pandangan mata mengikuti gerakan gada.
  • Ayun kembali gada ke posisi semula.


b. Gerakan mengangkat

  • Kedua lengan lurus ke samping kemudian melangkah dengan jingkat,
  • Kaki kana diangkat dengan menekuk dan tangan kiri menyentuhkan gada ke samping.
  • Tangan kiri mengangkat gada lurus ke atas, di samping telinga. Lakukkan secara bergantian.
  • Jumlah hitungan 1 sampai dengan 32.


c. Gerakan memutar

1) Gerak memutar di depan lengan

  • Berdiri lengan di samping badan.
  • Gada dipegang dengan pegangan biasa.
  • Lakukan putaran kecil ke arah bawah dalam badan.
  • Gerakan putaran berakhir dengan pegangan biasa.


2) Gerak gabungan dari putaran lengan belakang dan depan

  • Berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar dan berat badan bertumpu pada kaki kanan.
  • Lengan di samping badan dan gada dipegang dengan teknik pegangan biasa.
  • Lakukan putaran kecil lagi ke dalam di depan lengan dan pada akhir putaran dengan pegangan memutar biasa.
  • Lakukan putaran kecil lagi ke dalam belakang lengan dan lakukan beberapa kali.


Baca juga : Gerakan Senam Lantai Menggunakan Alat dan Tanpa Alat

Demikianlah artikel kali ini tentang Pengertian dan Gerakan Senam Irama Tanpa Alat dan Menggunakan Alat. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.