Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

5 Pemberontakan DI/TII di Berbagai Daerah Indonesia (Lengkap)

5 Pemberontakan DI/TII di Berbagai Daerah di Indonesia (Lengkap) - Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) resmi berdiri tanggal 7 Agustus 1949. Akan tetapi, akar sejarahnya telah ada sejak zaman Jepang, pada saat datang keinginan untuk menciptakan negara berdasarkan Islam. Dewan Imamah (Penasihat) DI/TII adalah Soekarmadji Maridjan Kartosuwirjo.

Rongrongan atas keamanan dalam negeri juga dilakukan DI/TII. Pemberontakan DI/TII merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mendirikan negara Islam di Indonesia. Pemberontakan DI/TII timbul di beberapa daerah di Indonesia, antara lain adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Aceh.

5 Pemberontakan DI/TII di Berbagai Daerah Indonesia


1. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat


Gerakan DI/TII  di Jawa Barat tampak pada waktu terjadi penarikan pasukan TNI dari wilayah yang diduduki Belanda ke wilayah RI sebagai akibat perundingan Renville. Akan tetapi, anggota Hizbullah dan Sabilillah tidak mengikuti ketentuan perundingan Renville. kedua laskar itu berada di bawah pengaruh Seoekarmadji Maridjan Kartosuwirjo.

Semula Kartosuwirjo ikut bergerilya di daerah Jawa Barat. Ia ingin membentuk negara Islam lepas dari Republik Indonesia. Untuk itu ia menghimpun orang-orang yang setia kepadanya untuk masuk tentara Darul Islam. Pada tanggal 4 Agustus 1949 Kartosuwirjo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).

Tindakan Kartosuwirjo itu membahayakan persatuan dan kesatuan nasional. Rakyat pun sangat dirugikan karena Kartosuwirjo dan anggotanya melakukan teror, pembunuhan, pengrusakan, dan pengambilan harta kekayaan masyarakat secara paksa.

Penumpasan Gerakan DI/TII di Jawa Barat memakan waktu yang lama. Baru pada tahun 1960-an, Divisi Siliwangi mulai melancarkan operasi secara terstruktur dan besar-besaran. Dengan dibantu rakyat dalam operasi "Pagar Betis", pada saat tahun 1962 gerombolan DI/TII akhirnya bisa dihancurkan. Kartosuwirjo dapat ditangkap di Gunung Geber, ia kemudian di hukum mati.

2. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah


Perjuangan DI/TII memperoleh dukungan dari Jawa Tengah. Tokoh utamanya adalah Amir Fatah. Ia sebelumnya adalah pejuang dan komandan laskar Hizbullah. Selanjutnya ia berhasil mempengaruhi laskar Hizbullah yang ingin bergabung dengan TNI di Tegal.

Amir Fatah kemudian memproklamasikan diri dan bergabung dengan DI/TII Kartosuwirjo tanggal 23 Agustus 1949. Mereka membentuk pemerintah tandingan di daerahnya.

Gerakan yang sama juga ada di Kebumen. Pemimpinnya adalah Mohammad Mahfu'dh Abdulrachman atau yang lebih dikenal dengan nama Kiai Sumolangu. Gerakannya juga merupakan penerus DI/TII Kartosuwirjo dengan markas di Brebes dan Tegal. Pembelotan ini merupakan pukulan bagi TNI saat itu.

Pemerintah lalu membentuk pasukan Benteng Raiders untuk menghadapi gerakan tersebut. Denan pasukan ini, pemerintah menggelar operasi Gerakan Banteng Negara. Sisa-sisa gerakan DI/TII di Jawa Tengah kemudian berhasil dikalahkan oleh pemerintah melalui Operasi Guntur.

Pada mulanya gerakan DI/TII di Jawa Tengah sudah mulai terdesak oleh TNI. Namun, pada bulan Desember 1951 mereka menjadi kuat kembali karena mendapat pertolongan dari Batalyon 426. Batalyon 426 di daerah Kudus dan Magelang memberontak dan menggabungkan diri menjadi DI/TII.

Kekuatan Batalyon pemberontak ini dapat dihancurkan. Sisa-sisanya lari ke Jawa Barat berbagabung dengan DI/TII Kartosuwirjo.

Sementara itu, di daerah Merapi dan Merbabu terjadi kerusuhan oleh gerakan Merapi Merbabu Complex (MMC). Gerakan ini dapat dihancurkan TNI pada bulan April 1952. Sisa-sisanya bergabung dengan DI/TII. Kekuatan DI/TII di daerah Jawa Tengah yang semula dapat dipatahkan justru menjadi kuat lagi karena bergabungnya sisa-sia Batalyon 426.

Untuk mengatasi pemberontakan itu, segera dibentuk pasukan Banteng Raiders. Pasukan itu selanjutnya mengadakan operasi kilat yang dinamakan Gerakan Banteng Negara (GBN). Pada tahun 1954, gerakan DI/TII di Jawa Tengah dapat dikalahkan setelah pusat kekuatan gerakan DI/TII di perbatasan Pekalongan-Banyumas dihancurkan.

3. Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan


Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan dikobarkan oleh Ibnu Hadjar, seorang mantan Letnan Dua TNI. Ia memberontak dan menyatakan gerakannnya sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwirjo. Dengan pasukan yang bernama Kesatuan Rakyat yang Tertindas, Ibnu Hadjar menyerang berbagai pos kesatuan tentara di Kalimantan Selatan dan melakukan aksi pengacauan pada bulan Oktober 1950.

Pemerintah memberi kesempatan pada Ibnu Hadjar untuk menghentikan pemberontakannya secara damai. Ia pernah menyerahkan diri dengan pasukannya. Ia diterima kembali ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia. Tetapi, ia melarikan diri dan melanjutkan pemberontakan.

Pemerintah RI akhirnya mengambil tindakan tegas dan berani. Pada akhir tahun 1959, pasukan Ibnu Hadjar dapat dihancurkan. Ibnu Hadjar sendiri dapat ditangkap.

4. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan


Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kahar Muzakar. Kahar Muzakar adalah seorang pejuang kemerdekaan yang selama Perang Kemerdekaan ikut berjuang di Pulau Jawa.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Kahar Muzaka berpulang ke Sulawesi Selatan. Ia berhasil menghimpun dan memimpin laskar-laskar gerilya di Sulawesi Selatan. Laskar-laskar itu tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS).

Pada tanggal 30 April 1950, Kahar Muzakar mengirim surat untuk pemerintah dan pimpinan APRIS. Ia meminta agar semua anggota KGGS dimasukkan dalam APRIS dengan nama Brigade Hasanuddin. Permohonan itu ditolak karena hanya mereka yang lulus dalam penyaringan saja yang boleh diterima dalam APRIS.

Pemerintah mengambil kebikjasanaan untuk menyalurkan bekas gerilyawan ke dalam Korps Cadangan Nasional. Kahar Muzakar sendiri diberi pangkat Letnan Kolonel.

Pendekatan-pendekatan yang dilakukan pemerintah tampaknya membawa hasil. Akan tetapi, pada saat akan dilantik, Kahar Muzakar bersama anak buahna melarikan diri ke hutan dengan membawa berbagai peralatan yang diberikan.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Agustus 1951. Pada bulan Januari 1952, Kahar Muzakar menyatakan daerah Sulawesi Selatan sebagai bagian dari Negara Islam Inedonesia di bawah pimpinan Kartosuwirjo.

Pemerintah memutuskan untuk mengambil tindakan tegas dan mulai melancarkan operasi militer. Operasi penumpasan pemberontakan Kahar Muzakar memakan waktu yang lama. Pada bulan Februari 1965, Kahar Muzakar tewas dalam suatu penyerbuan. Bulan Juli 1965, Gerungan (orang kedua setelah Kahar Muzakar) dapat ditangkap. Dengan demikian berakhirlah pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan.

5. Pemberontakan DI/TII di Aceh


Pemberontakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh. Pemberontakan pecah karena kekhawatiran akan kehilangan kedudukan dan perasaan kecewa diturunkannya kedudukan Aceh dari daerah istimewa menjadi karesidenan di bawah provinsi Sumatera Utara.

Semula Tengku Daud Beureueh adalah GUbernur Militer daerah Istimewa Aceh. Pada tahun 1950 kedudukan Aceh diturunkan dari provinsi menjadi karesidenan, Daud Beureueh tidak senang karena jabatannya diturunkan.

Pada tanggal 20 September 1953, Daud Beureueh mengeluarkan maklumat yang mengatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari NII di bawah Kartosuwirjo. Setelah itu, Tengku Daud Beureueh mengadakan gerakan dan mempengaruhi masyarkat melalui propaganda bernada negatif terhadap pemerintah RI.

Untuk menghadapi gerakan itu, pemerintah mengirim pasukan yang memiliki persenjataan lengkap. Setelah beberapa tahun dikepung, baru pada tanggal 21 Desember 1962 tercapailah Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh. Banyak dari gerombolan itu yang kembal ke panguan RI.

Dengan demikian, pemberontakan DI/TII di Aceh dapat diselesaikan dengan cara damai. Pemimpin dari gerakan ini pun setuju untuk kembali ke pangkuan RI. Parkarsa penyelesaian di Aceh tersebut dipimpin oleh Kolonel M. Jasin, Panglima Kodam I Iskandar Muda.

Baca juga: PKI Madiun 1948 (Sejarah, Tujuan, Latar Belakang, Penumpasan)

Demikianlah artikel kali ini tentang 5 Pemberontakan DI/TII di Berbagai Daerah Indonesia (Lengkap). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

PKI Madiun 1948 (Sejarah, Tujuan, Latar Belakang, Penumpasan)

PKI (Partai Komunis Indonesia) Madiun 1948 (Sejarah, Tujuan, Latar Belakang dan Penumpasan) - Pada kesempatan kali ini anekaremajaviral akan membahas tentang sejarah pemberontakan PKI Madiun, tujuan, latar belakang dan penumpasan PKI di Madiun.

Doktrin komunis adalah dengan merebut kekuasaan negara yang sah dengan cara apa pun dan bagaimanapun. Setiap cara yang ada akan digunakan oleh orang-orang komunis untuk mengembangkan ideologinya di Indonesia. Salah satu pemberontakan PKI di indonesia adalah di Madiun pada tahun 1948.

PKI Madiun 1948 (Sejarah, Tujuan, Latar Belakang, Penumpasan)


Pemberontakan PKI di Madiun


Pemberontakan PKI di Madiun terkait dengan jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin tahun 1948. Penyebab jatuhnya kabinet Amir disebabkan oleh kegagalannya pada Perundingan Renville yang amat sangat merugikan Indonesia. Untuk merebut kembali kedudukannya, pada tanggal 28 Juni 1948 Amir Syarifuddin melakukan pembentukan Front Demokrasi Rakyat (FDR).

Front Demokrasi Rakyat (FDR) didukung oleh Pemuda Sosialis Indonesia, Partai Sosialis Indonesia, PKI, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). Aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok ini antara lain sebagai berikut.

1) Melancarkan propaganda anti pemerintah.
2) Mengadakan pemogokan-pemogokan kerja bagi buruh di perusahaan misalnya di pabrik karung di Delenggu Klaten.
3) Melakukan pembunuhan-pembunuhan misalnya dalam bentrokan senjata yang terjadi di Solo tanggal 2 Juli 1948, Komandan Divisi LIV yaitu Kolonel Sutarto secara tiba-tiba terbunuh. Pada tanggal 13 September 1948 tokoh pejuang 1945, Dr. Moewardi diculik dan dibunuh.

Pada tanggal 11 Agustus 1948, Musso tiba dari Moskow. Amir dan Front Demokrasi Rakyat (FDR) segera bergabung dengan Musso. Untuk memperkuat organisasi, maka disusunlah doktrin bagi Partai Komunis Indonesia (PKI). Doktrin tersebut bernama Jalan Baru.

PKI banyak melakukan kekacauan, terutama di Surakarta. Oleh PKI daerah Surakarta dijadikan daerah yang kacau (Wildwest). Sedangkan di wilayah Madiun dijadikan PKI sebagai basis gerilya. Pada tanggal 18 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet di Indonesia. Tujuannya untuk meruntuhkan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan negara komunis. Pada waktu yang bersamaan, gerakan PKI ini dapat merebut tempat-tempat penting di Madiun.

Untuk menumpas pemberontakan PKI, pemerintah Indonesia melancarkan operasi militer. Dalam hal ini peran Divisi Siliwangi cukup besar. Di samping itu, Panglima Besar Jenderal Soedirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur untuk mengerahkan seluruh pasukannya menumpas pemberontakan PKI di Madiun.

Dengan dukungan rakyat di berbagai tempat, pada tanggal 30 September 1948, wilayah kota Madiun berhasil diambil alih kembali oleh tentara Republik. Pada akhirnya tokoh-tokoh PKI seperti Lukman dan DN Aidit melarikan diri ke Vietnam dan Cina. Sementara itu, tanggal 31 Oktober 1948 Musso tewas ditembak. Sekitar 300 (tiga ratus) orang ditangkap oleh pasukan Siliwangi pada tanggal 1 Desember 1948 di daerah Purwodadi, Jawa Tengah.

Dengan telah ditumpasnya pemberontakan PKI di Madiun, maka selamatlah bangsa dan negara Indonesia dari rongrongan dan ancaman dari kaum komunis yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

Penumpasan pemberontakan PKI dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri tanpa bantuan siapa pun. Dalam kondisi bangsa yang begitu sulit, ternyata Republik Indonesia sanggup menumpas pemberontakan yang relatif besar oleh golongan komunis dalam waktu singkat.

Baca juga: 4 Jenis Kepercayaan Manusia Purba di Indonesia

Demikianlah artikel kali ini tentang PKI Madiun 1948 (Sejarah, Tujuan, Latar Belakang, Penumpasan). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: LKS IPS Kelas IX

4 Jenis Kepercayaan Manusia Purba di Indonesia (Lengkap)

4 Jenis Kepercayaan Manusia Purba di Indonesia - Sebelum kita membahas lebih lanjut, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu manusia purba? Manusia purba adalah jenis manusia yang sudah hidup jauh sebelum mengenal tulisan.

Adapaun manusia purba ini juga memiliki kepercayaan yang sudah tumbuh dan berkembang sejak dahulu. Hal ini terdapat pada aspek yang dikaitkan dengan kepercayaan berupa peninggalan-peninggalan megalitik.

Perlu Anda ketahui jika sistem kepercayaan manusia purba ini tidak muncul dengan sendirinya, namun terjadi karena proses dan tanda-tanda yang dilihat oleh manusia bahwa adanya kekuasaan dan kekuatan lain yang jauh lebih besar diluar batasan manusia. Hal berikut yang menjadi dasar kepercayaan-kepercayaan yang berkembang pada manusia purba.

Ada beberapa macam kepercayan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat purba di Indonesia yaitu : Animisme, Dinamisme, Totemisme dan Monoisme. Berikut ini adalah 4 jenis kepercayaan manusia purba di Indonesia.


Jenis Kepercayaan Manusia Purba di Indonesia



Kepercayaan Animisme


Animisme adalah kepercayaan manusia purba terhadap roh nenek moyang yang telah mati (meninggal dunia). Berdasarkan keyakinan ini, roh yang sudah meninggal akan terus mengawasi serta melindungi manusia tersebut. Namun juga sebaliknya, roh tersebut juga bisa menghukum anggota masyarakat yang melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan pada adat masyarakat.

Orang yang ditunjuk sebagai pemimpin doa atau pemujaan terhadap arwah nenek moyang adalah orang yang paling tua (sesepuh) yang ada di masyarkaat sebagai ketua adat. Ketua adat sudah menguasai dan mengetahui adat nenek moyang mereka lebih dari masyarakat yang lain yang nantinya akan menjadi pemimpin setiap pemujaan masyarakat terhadap roh nenek moyang.

Kepercayaan Dinamisme


Dinamisme adalah kepercayaan manusia purba bahwa sebuah benda mempunyi kekuatan ghaib. Contohnya adalah keris, patung, tombak dan lain-lain. Menurut kepercayaan mereka dalam pembuatan benda-benda megalitik, seperti arca. menhir, dolmen, kubur peti batu, punden berundak, dolmen semu atau pandhusa, dan sarkofagus dilandasi oleh keyakinan bahwa di luar diri manusia ada kekuatan yang lain.

Kepercayaan Totemisme 


Totemisme adalah kepercayaan manusia purba terhadap hewan/binatang yang diaggap memiliki kekuatan yang kuat dan besar daripada manusia, seperti Gajah, Harimau, Badak, Singa dan lain sebagainya. Manusia purba tersebut menganggap jika binatang itu melindungi dan menjaga kehidupan mereka.

Hewan-hewan tersebut tidak boleh diburu ataupun dibunuh karena dianggap suci bagi mereka. Apabila ada yang berani melanggar maka hukuman dan kutukan yang akan diterima oleh seseorang itu.

Kepercayaan Monoisme


Monoisme adalah kepercayaan manusia purba terhadap Tuhan Yang Maha Esa, merupakan kepercayaan yang banyak di anut oleh masyarakat Indonesia bahkan di dunia. Masyarakat itu percaya bahwa ada suatu kekuatan atau pemilik kekuasaan langit dan bumi.

Pola pikir masyarakat pun berubah, mereka sadar bahwa di balik indahnya alam semesta ada penciptanya. Kepercayaan monoisme saat ini bisa dikategorikan dalam beberapa agama seperti Islam, Kristen dan lain sebagainya.

Baca juga : Perbedaan Flora di Indonesia Bagian Barat dan Timur

Demikianlah artikel kali ini tentang 4 Jenis Kepercayaan Manusia Purba di Indonesia (Lengkap). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dari saya dan terimakasih.

Referensi : http://indrasugiarto.com/macam-jenis-kepercayaan-manusia-purba-di-indonesia/
http://fullseoblog.blogspot.co.id/2013/11/jenis-jenis-kepercayaan-manusia-purba.html

Perbedaan Flora di Indonesia Bagian Barat dengan Timur (Lengkap)

Perbedaan Flora di Indonesia Bagian Barat dengan Timur (Lengkap) - Pada kesempatan kali ini anekaremajaviral akan membahas perbedaan flora indonesia bagian timur dan indonesia bagian barat. Adapaun yang kita bahas adalah mengenai karakteristiknya dan ciri-cirinya.

Sebelum kita membahas lebih lanjut, kita harus mengetahui dulu apa itu flora? Flora adalah segala jenis tumbuhan serta tanaman yang ada di muka bumi ini. Di negara kita ini, Indonesia memiliki berbagai jenis-jenis flora, baik dari bagian baratnya hingga ke bagian timur.

Kata flora berasal dari bahasa latin yaitu nama dewi pelindung bunga serta taman dan dewi kesuburan dalam mitologi Romawi.

Berikut ini adalah perbedaan flora di Indonesia bagian barat dengan indonesia bagian timur (Lengkap).

Perbedaan Flora di Indonesia Bagian Barat dengan Timur



Perbedaan Flora di Indonesia 


Karakteristik flora di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat juga memiliki perbedaan. Berikut ini adalah perbedaan karakteristik flora di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat.

Berdasarkan pendekatan biogeografi, kekayaan hayati Indonesia dibagi atas dua kelompok. yaitu Indo Malayan dan Indo Australian. Daerah peralihannya ditandai dengan garis Wallace dan garis Lydekker.

Kelompok Indo Malayan meliputi tanaman yang ada di Indonesia bagian barat, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali. Sedangkan kelompok Indo Australian meliputi tanaman yang ada di Indonesia bagian timur, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Berikut ini perbedaan karakteristik flora di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian Timur :

Ciri-ciri Flora di Indonesia bagian barat :



  • Banyak terdapat jenis meranti-merantian
  • Memiliki berbagai jenis nangka
  • Memiliki jenis tumbuhan sagu yang sedikit
  • Tidak memiliki gutan kayu putih
  • Terdapat berbagai jenis rotan
  • Memiliki jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) yang sedikit.


Ciri-ciri Flora di Indonesia bagian timur : 



  • Memiliki jenis meranti-merantian sedikit
  • Tidak terdapat jenis nangka
  • Memilki banyak tumbuhan sagu
  • Terdapat hutan kayu putih
  • Tidak memiliki rotan
  • Memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya berada di Papua).

Baca juga : 3 Jenis Kegiatan Ekonomi (Distribusi, Produksi, Konsumsi)

Demikianlah artikel kali ini tentang Perbedaan Flora di Indonesia Bagian Barat dengan Timur (Lengkap). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Misteri Suku Lingon Manusia Bermata Biru dari Halmahera

Misteri Suku Lingon Manusia Bermata Biru dari Halmahera - Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku budaya sejak dulu. Namun, dari semua suku-suku di Indonesia, terdapat suku yang unik dan misterius berasal dari Halmahera, kenapa saya bilang unik? Karena suku tersebut memiliki ciri fisik yang jauh berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya.

Suku yang dimaksud adalah Suku Lingon, suku ini adalah suku yang hidup terpencil di pedalaman hutan Halmahera Timur. Suku Lingon masih menjadi sebuah misteri lantaran keberadaannya masih menyisakan tanda tanya apakah masih ada atau sudah punah. Mungkin juga mereka sudah bisa berbaur dengan suku-suku lain yang ada disana.

Misteri Suku Lingon Manusia Bermata Biru dari Halmahera



Ciri Fisik Suku Lingon


Secara fisik Suku Lingon bukan tergolong dari ras melanesia, mongoloid, weddoid, ataupun polinesia layaknya seperti penduduk wilayah Halmahera ataupun Asia Tenggara pada umumnya.

Suku Lingon termasuk dalam ras kaukasoid yang memiliki ciri-ciri fisik seperti orang Eropa. Secara fisik Suku Lingon berkulit putih, posturnya yang tinggi, berambut pirang dan memiliki mata berwarna hijau ataupun biru. Tidak semua Suku Lingon berambut pirang sebagian lagi mempunyai rambut berwarna kehitaman.

Asal Usul Suku Lingon


Suku Lingon belum diketahui asal-usul yang pastinya. Akan tetapi, dilihat dari segi fisiknya, mereka disinyalir datang dari daratan Eropa. Menurut cerita rakyat setempat , sekitar 300 tahun silam pernah ada sebuah kapal dari Eropa yang tenggelam di dekat perairan Halmahera

Sebagian penumpang ada yang selamat dan kemudian terdampar di pulau ini. Mereka kemudian membangun sebuah pemukiman di tengah pedalaman hutan Halmahera Timur sehingga menjadi komunitas yang disebut Lingon Tribe/Suku Lingon.

Keberadaan Suku Lingon tidak diterima oleh suku-suku lain seperti Suku Togutil yang mendiami pedalaman hutan itu sebelumnya. Sehingga terjadilah konflik antara suku-suku yang sudah lama berada di sana dan Suku Lingon yang tak terhindarkan. Lantaran Suku Lingon yang kalah jumlah dan persenjataannya terbatas, dan pada akhirnya Suku Lingon terdesak. Oleh karena itu mereka melarikan diri ke pedalaman untuk menghindari serangan dari suku-suku lain.

Setelah ratusan tahun berada di wilayah pedalaman, kebudayaan mereka yang berasal dari Eropa perlahan tapi pasti memudar dan berubah drastis. Mereka pun terpaksa beradaptasi dengan budaya lokal yang terbilang primitif.

Berikut dibawah ini adalah kutipan Sinopsis dari buku Lingon : Perempuan Bermata Biru di Belantara Hutan Indonesia.

Bido, putri kepala Suku Lingon, terpaksa keluar kampung masuk belantara hutan menuju gunung Isalai mencari obat untuk ayahnya yang sekarat. Petualangan Bido dimulai. Tiap saat bahaya mengancam. Para wanita Suku Lingon yang berkulit putih, mata biru dan rambut pirang ala wanita Eropa, cantik dan liar menjadi buruan para petarung Togutil untuk dijual atau dikawini. Tutumole, petarung paling handal di kawasan Kao muncul tepat pada saat Bido hampir menjadi tawanan. Dimulailah petualangan dua anak manusia mencari obat untuk penyembuh sang kepala suku. Bido diculik dan dijual ke kapal Belanda. Tutumole menantang maut demi menolong kekasihnya. Ikuti petualangan Bido yang penuh ketegangan***
Sinopsis Buku Lingon : Perempuan Bermata Biru di Belantara Hutan Indonesia

Baca juga : 34 Tempat Terangker Sekaligus Mengerikan di Dunia

Demikianlah artikel kali ini tentang Misteri Suku Lingon Manusia Bermata Biru dari Halmahera. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Referensi : https://indocropcircles.wordpress.com/2015/04/29/misteri-suku-lingon-bermata-biru-di-belantara-hutan-indonesia/
http://news.okezone.com/read/2016/03/04/340/1327942/fakta-unik-tentang-suku-lingon-manusia-bermata-biru-dari-halmahera

Sejarah Asal Usul Perayaan April Mop Sebenarnya

Sejarah Asal Usul Perayaan April Mop Sebenarnya - Hari ini adalah hari dimana April Mop dilaksanakan, ada suatu kebiasaan yang harus kita hindari sebagai seorang muslim. April Mop adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan untuk berbohong atau memberi lelucon dan menipu orang lain tanpa dianggap bersalah.

April Mop dikenal dalam bahasa Inggris dengan April Fools' Day. April Mop diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahunnya. Tapi, tahukah Anda apakah  April Mop itu sebenarnya?

Sejarah April Mop


Stop April Mop



April Mop sebenarnya adalah sebuah perayaan kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam di Spanyol oleh Tentara Salib yang dilakukan dengan cara menipu. Oleh karena itu, mereka merayakan April Mop dengan melegalkan tipu-menipu dan kebohongan walau dibungkus dengan hiburan atau keisengan belaka.

Perayaan April Mop ini berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. Sejarah itu di tahun 1487 M, atau bertepatan 892 H.

Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam dan sadis. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, namun juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi dirumahnya. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol.

Beberapa orang muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah disiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka menuju ke pelabuhan. Beberapa orang muslim Granada tidak mempercayai pasukan salib, mereka memilih bertahan di rumah mereka. Setelah ribuan penduduk muslim Granada berkumpul di pelabuhan, Dengan cepat tentara salib membakari rumah-rumah bersama dengan orang-orang muslim yang masih bertahan di dalam rumah itu.

Ribuan umat Islam yang lain tertahan di pelabuhan, mereka hanya bisa terdiam melihat tentara salib membakari kapal-kapal yang katanya sudah disediakan untuk mereka keluar dari Spanyol. Ribuan umat Islam itu tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tidak memiliki senjata.

Kemudian, tentara salib membantai penduduk muslim Granada tanpa belas kasihan. Seluruh muslim Spanyol di pelabuhan habis dibunuh dengan kejam dan sadis.

Tragedi tersebut bertepatan dengan tanggal 1 April. Hal ini yang kemudian dirayakan sebagai hari April Mop.

Baca juga : Sejarah Freemasonry Organisasi Rahasia Terbesar di Dunia

Demikianlah artikel kali ini tentang Sejarah Asal Usul Perayaan April Mop Sebenarnya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/April_Mop
http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/april-mop-hari-dimana-umat-islam-dibantai.htm

Kumpulan Serangkaian Aksi Terorisme yang Terjadi di Indonesia

Kumpulan Serangkaian Aksi Terorisme yang terjadi di Indonesia versi anekaremajaviral - Kasus terorisme terus saja terjadi hingga saat ini. Belakangan ini kita dibuat khawatir dengan aksi terorisme yang memakan banyak korban jiwa dan material yang sudah sedemikian besar. Selain mengundang banyak perhatian, kasus ini juga menimbulkan simpati kepada para korban-korbannya.

Peristiwa terorisme di Indonesia sudah beberapa kali terjadi, yang pertama pernah terjadi pada tahun 1981 yaitu teroris yang menyamar sebagai penumpang dan membajak pesawat DC-9 Woyla. Dan peristiwa yang baru-baru ini terjadi adalah Bom di Sarinah. Semoga aksi-aksi terorisme ini tidak pernah terjadi lagi di Indonesia. Berikut ini adalah serangkaian aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia.

Terorisme
Image By: www.aktual.com


Serangkaian Aksi Terorisme di Indonesia


Pada tahun 1981


Garuda Indonesia di serang oleh teroris yang menyamar sebagai penumpang dan membajak pesawat DC-9 Woyla pada tanggal 28 Maret 1981. Dalam perjalanan menuju Medan setelah transit di Palembang dari penerbangan di Jakarta. Pesawat ini dibajak oleh 5 orang bersenjata yang mengaku sebagai Komando Jihad, 3 dari 5 teroris tersebut mengaku sebagai bagian dari penumpang pesawat Garuda Indonesia. Peristiwa tersebut merenggut 1 orang kru pesawat tewas, 1 orang penumpang tewas, dan 3 orang teroris tewas.

Pada tahun 1985


5 tahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 21 Januari 1985. Aksi terorisme dengan motif "jihad" kembali terjadi. Kali ini terjadi pada salah satu keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur.

Pada tahun 2000


  1. Bulan Agustus, sebuah bom meledak di Kedubes Filipina. Akibat dari kejadian ini 2 orang tewas dan 21 orang luka-luka termasuk didalamnya Duta Besar Filipina untuk Indonesia yaitu Leonides T. Canay dan kerusakan mobil-mobil yang terparkir di lokasi sekitar terjadi ledakan.
  2. Tanggal 27 Agustus, peledakan bom kembali terjadi pada kedutaan. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah Malaysia. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa.
  3. Tanggal 23 September, peledakan bom kembali terjadi, sasarannya adalah di Gedung Bursa Efek Jakarta tepatnya di lantai parkir P2. Dalam peristiwa tersebut 10 orang tewas, 90 orang luka-luka dan sebanyak 104 mobil rusak berat.
  4. Tanggal 24 Desember, serangkaian peledakan bom yang terjadi di beberapa kota di Indonesia. Dalam peristiwa ini 16 orang tewas.

Pada tahun 2001


  1. Tanggal 22 Juli, bom yang diledakkan di Gereja Santa Anna dan HKBP kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Pada kejadian ini sebanyak 5 orang tewas.
  2. Tanggal 23 September, bom yang meledakkan kawasan Plaza Atrium Senen. Beruntung pada aksi terorisme ini tidak ada korban jiwa.
  3. Tanggal 12 Oktober, bom pada restoran cepat saji KFC Makassar. Pada aksi terorisme ini tidak ada korban jiwa.
  4. Tanggal 6 November, peledakan bom yang terjadi di halaman sekolah AIS (Australian International School). Dalam peristiwa ini tidak ada memakan korban jiwa.

Pada tahun 2002


  1. Tanggal 1 Januari, peledakan bom yang terjadi pada malam tahun baru, bom ini meledak pada kawasan Bulungan, Jakarta tepatnya di salah satu rumah makan
  2. Tanggal 12 Oktober, bom Bali ada tiga ledakan yang terjadi dan mengakibatkan korban meninggal sebanyak 202 orang dan 300 orang luka-luka. Sebagian besar yang menjadi korban adalah warga Australia dan sempat menjadi headlines news di berbagai negara.
  3. Tanggal 5 Desember, bom yang meledakkan sebuah restoran sepat saji McDonald's Makassar. Dalam kejadian ini sebanyak 3 tewas dan 11 lainnya luka-luka.

Pada tahun 2003


  1. Tanggal 3 Februari, bom yang pertama terjadi di lobi Bhayangkari  Mabes Polri Jakarta.
  2. Tanggal 27 April, peledakan bom yang terjadi di terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Pada peristiwa ini memakan 10 korban, 2 luka berat dan yang lain hanya mengalami luka ringan.
  3. Tanggal 5 Agustus, peledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriot. Pada peristiwa tersebut puluhan korban tewas dan ratusan lainnya menderita luka-luka.

Pada tahun 2004


  1. Tanggal 10 Januari, bom pertama ini dikenal dengan nama Bom Palopo. Dalam peristiwa ini 4 orang tewas.
  2. Tanggal 9 September, pemboman yang kedua dikenal dengan nama Bom Kedubes Australia. Pada kejadian ini sebanyak 5 orang tewas, ratusan orang luka-luka, dan beberapa gedung disekitar terkenal dampaknya.
  3. Tanggal 12 Desember, pemboman yang ketiga dikenal dengan Bom Gereja Immanuel di Palu, Sulawesi Tengah.

Pada tahun 2005


  1. Tanggal 21 Maret, ada dua bom yang meledak di Kota Ambon dan beruntung pada kejadian ini tidak ada korban jiwa.
  2. Tanggal 28 Mei, pemboman ini dikenal dengan nama Bom Tentena. Dalam kejadian ini sebanyak 22 orang tewas.
  3. Tanggal 8 Juni, bom meledak di Pamulang. Yang menjadi sasarannya adalah kediaman Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.
  4. Tanggal 1 Oktober, bom kembali meledak di Bali, pada peristiwa ini sebanyak 22 orang tewas dan 102 orang luka-luka.
  5. Tanggal 31 Desember, peledakan bom di Palu, Sulawesi Tengah yang menjadi sasarannya adalah sebuah pasar dan mengakibatkan 8 orang tewas dan 45 orang luka-luka.

Pada tahun 2009


Empat tahun kemudian, dua bom diledakkan secara bersamaan di Jakarta tepatnya di JW Marriot dan Ritz-Carlton.

Pada tahun 2011-2012


Tanggal 15 April 2011, tiga bom meledak di tiga kota di Indonesia. Kota pertama adalah Cirebon dimana sebuah bom bunuh diri diledakkan di Masjid Malporesta. Peristiwa ini menewaskan pelaku pemboman dan melukai 25 orang. 

Kota kedua adalah Tangerang dimana polisi berhasil menggagalkan aksi pemboman terhadap Gereja Christ Cathedral. Kota ketiga adalah Solo, Jawa Tengah. Sebuah bom bunuh diri diledakkan di GBIS Kepunten, Solo, Jawa Tengah. Dalam peristiwa ini 1 orang pelaku tewas sedangkan 28 orang lainnya luka-luka.

Tanggal 19 Agustus 2012, pemboman yang terjadi di Pospam Gladak, Solo Jawa Tengah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pada tahun 2016


Tanggal 14 Januari, terjadi ledakan bom di pos polisi  di depan gedung Sarinah dan Starbucks di jalan M.H Thamrin. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 10.30 WIB. Bom yang lebih dikenal dengan nama Bom Sarinah ini menyebabkan 7 orang tewas dan melukai 17 orang.

Baca Juga : Sejarah Pemberontakan PRRI dan Permesta

Demikianlah artikel kali ini tentang Kumpulan Serangkaian Aksi  Terorisme yang terjadi di Indonesia. Semoga memberi informasi bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: http://gemintang.com/dunia-film-musik/serangkaian-aksi-terorisme-yang-pernah-terjadi-di-indonesia/
http://analisishankamnas.blogspot.co.id/2014/02/kasus-terorisme-di-indonesia.html