Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi. Tampilkan semua postingan

Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 "Jessie"

Cara Konfigurasi DNS Server Pada Linux Debian 8 "Jessie" Bind9 - Setelah kita melakukan Konfigurasi IP Address pada Debian 8, selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi DNS Server. DNS berfungsi untuk menterjemahkan alamat IP menjadi sebuah domain sehingga akan memudahkan kita untuk mengakses sesuatu.

Kelebihan DNS yaitu memudahkan kita dalam mengakses sesuatu, karena kita tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP Address.

Misalnya Google memiliki alamat IP Address sekian, namun orang pada umumnya tidak mudah mengingat alamat IP yang terdiri dari angka-angka. Jadi, disinilah diperlukan DNS yaitu kita bisa mengakses sebuah situs hanya dengan mengakses nama domainnya (www.google.com) tanpa perlu mengingat IP Address.
Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 "Jessie"


Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)


  • Install DNS (paket bind9).

root@debian:~#apt-get install bind9
Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)


  • Tekan huruf Y untuk melanjutkan instalasi.


  • Pindah ke direktori bind.

root@debian:~#cd /etc/bind

  • Copy file db.local menjadi dns.

root@debian:/etc/bind#cp db.local dns
Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)

  • Edit hasil dari copy db.local.

root@debian:/etc/bind#nano dns

Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)
  • Edit seperti gambar diatas (Domain ensiklopedia.com bisa diganti dengan nama Anda).

  • Setelah itu simpan dengan menekan CTRL+O dan keluar CTRL+X.


  • Edit file named.conf.default-zones.

root@debian:/etc/bind#nano named.conf.default-zones
Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)


  • Tambahkan baris paling bawah teks ini.

Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)

  • Setelah itu simpan dengan menekan CTRL+O dan keluar CTRL+X.


  • Konfigurasi file resolv.conf.

root@debian:~#nano /etc/resolv.conf
Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)


  • Masukkan IP DNS. Lalu simpan dengan menekan CTRL+O dan keluar CTRL+X.

Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)

  • Konfigurasi hosts.

root@debian:~#nano /etc/hosts

  • Edit seperti gambar dibawah ini.

Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)


  • Simpan dengan menekan CTRL+O dan keluar CTRL+X.

  • Konfigurasi hostname.

root@debian:~#nano /etc/hostname

  • Sesuaikan nama hostname dengan hosts (Jika sudah sama lewati langkah ini).

Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)

  • Simpan dengan menekan CTRL+O dan keluar CTRL+X.

  • Restart bind9.

#service bind9 restart

  • Silahkan uji coba DNS dengan menggunakan nslookup.

Cara Konfigurasi DNS Server Debian 8 (Jessie)

Baca juga: Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie)

Demikianlah artikel kali ini mengenai Cara Konfigurasi DNS Server Linux Debian 8 "Jessie" Bind9. Semoga bermanfaat bagi Anda. Jika ada yang belum mengerti silahkan tanya pada kolom komentar di bawah ini. Sekian dan terimakasih.

Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie)

Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie) - Sebelum kita melakukan konfigurasi pada debian 8, sebaiknya kita mengetahui apa itu IP Address. IP Address digunakan sebagai pengalamatan identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet, yang terdiri dari deretan angka biner 32 bit sampai 128 bit.

Pada tutorial ini saya menggunakan Debian 8 CLI (berbasis teks). Tidak ada bedanya dengan konfigurasi Debian 8 GUI.

Berikut ini adalah cara konfigurasi/setting ip address Debian 8 "Jessie".

Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie)



Konfigurasi IP Address Debian 8



  • Buka debian dan login sebagai root.
  • Kita akan masuk ke file interfaces.
Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie)
nano /etc/network/interfaces

  • Selanjutnya buat seperti dibawah ini, Anda bisa mengganti ip address, netmask, atau Anda bisa menambahkan gateway, broadcast dan lainnya.
Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie)

  • Setelah itu simpan interfaces nya dengan CTRL+O dan keluar CTRL+X.
  • Kemudian restart interfacesnya.
Cara pertama : service networking restart
Cara kedua : /etc/init.d/networking restart


  • Cek ip address yang sudah dikonfigurasi.
Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie)

ifconfig

  • Setelah konfigurasi, maka kita akan coba ping ke ip address client windows. Jika berhasil maka akan seperti dibawah ini.
Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie)

Demikianlah tutorial kali ini tentang Cara Konfigurasi IP Address Debian 8 (Jessie). Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap dengan Gambar - Pada kesempatan kali ini anekaremajaviral akan membagikan cara cepat menginstall Windows 7 dengan VirtualBox lengkap beserta gambarnya.

Pada tutorial ini akan menjelaskan cara install mesin virtual Windows 7 menggunakan VirtualBox. Perbedaan cara instalasi Windows 7 pada virtual dan komputer "asli" hanya terletak pada proses awalnya yaitu membuat mesin virtualnya, baru setelah itu melakukan proses instalasi.

Berbeda halnya dengan komputer "asli", yang cara instalasinya dengan media instalasi baik CD/DVD atau Flashdisk ke komputer dan kemudian melakukan proses instalasi.

Dalam VirtualBox membutuhkan memori yang cukup besar untuk menginstal Win7, minimal memori/RAM pada laptop/pc kita adalah 2GB atau lebih, karena jika memori hanya 1GB saja, maka tidak cukup untuk proses VirtualBox itu sendiri, kalaupun dicoba, laptop/pc Anda akan terasa lambat karena memori yang dipakai untuk proses komputer itu sendiri, juga termakan di VirtualBox. Penjelasan lebih simpel nya memori yang sudah terpakai di komputer kita, sisanya akan dipakai pada VirtualBox.

Berikut ini adalah cara mudah install Windows 7 dengan VirtualBox Lengkap beserta gambarnya.

Persiapan


1. Buka aplikasi program VirtualBox yang sudah ada di laptop/pc Anda.

Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar



2. Buat mesin virtual dengan cara klik tombol "Baru/New". Selanjutnya isi nama sesuai keinginan Anda, tipe dan versi. Contoh : nama: anekaremajaviral, tipe: Windows, version: Windows 7. Klik "Lanjut/Next".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

3. Aturlah banyaknya memori (RAM) dalam megabyte untuk dialokasikan ke mesin virtual. Ukuran memori yang disarankan adalah 512 MB. Klik "Lanjut",
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

4. Bagian berikutnya adalah pengaturan media penyimpanan yang akan digunakan pada mesin virtual Windows 7. Pilih "Create a virtual hard disk now". Klik "Buat".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

5. Selanjutnya untuk menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. Standarnya
VirtualBox menggunakan format VDI (Virtual Disk Image) untuk menyimpan hard disk virtual. Klik "Lanjut".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

6. Pengaturan selanjutnya adalah bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat disimpan pada hard disk fisik (hard disk host). Disarankan untuk memilih opsi "Dialokasikan secara dinamik". Klik "Lanjut".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

7. Bagian selanjutnya muncul ukuran hard disk yang akan digunakan untuk virtual, terserah Anda mau membuat kapasitas berapa. Lalu klik "Buat".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

8. Setelah selesai proses diatas, di bagian kiri layar VirtualBox, ditampilkan sebuah mesin virtual Windows 7 dalam keadaan kosong dan siap untuk diinstall.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

Install Mesin Virtual Windows 7


Langkah berikutnya adalah melakukan instalasi pada mesin virtual yang tadi sudah buat. Klik ganda pada mesin virtual Windows 7 atau klik start untuk menjalankan mesin virtual Windows 7.

Mesin virtual Windows 7 yang kita jalankan belum memiliki sistem operasi, secara otomatis VirtualBox akan menampilkan kotak dialog yang gunanya untuk memilih disk drive yang berfungsi sebagai start-up.

Klik icon dibagian kanan untuk memilih file ISO.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

Pilih file ISO Windows 7. Setelah itu klik tombol "Mulai" untuk memulai proses instalasi.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

Step by Step Instalasi Windows 7


Untuk proses instalasi berikutnya, langkah-langkah yang dilakukan sama seperti saat kita install Windows 7 di komputer "asli".

1. Pada bagian ini adalah pengaturan bahasa, format waktu dan jenis keyboard. Untuk Indonesia jenis keyboard yang digunakan adalah US. Selanjutnya klik tombol "Next" untuk melanjutkan instalasi.

Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

2. Selanjutnya adalah menu pilihan instalasi atau perbaikan. Pada bagian ini jika kita ingin menginstall Windows 7 hanya tekan tombol "Install Now". Namun jika hanya ingin melakukan proses perbaikan terhadap Windows 7 di komputer kita, maka dengan menekan "Repair your computer". Karena di tutorial ini kita hanya menginstall, jadi Anda klik "Install Now".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

3. Selanjutnya maka akan tampil bagian lisensi penggunaan untuk Windows 7. Centang opsi "I Accept the license terms dan kemudian klik tombol "Next" untuk melanjutkan proses instalasi.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

4. Pada bagian ini Anda akan menemukan 2 opsi pilihan untuk melanjutkan proses instalasi. Opsi upgrade digunakan untuk memperbarui versi windows yang sudah ada di komputer. Sedangkan opsi Custom (advanced) untuk proses instalasi Windows 7 baru. Maka Anda pilih opsi "Custom (advanced)".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

5. Di bagian ini Anda akan melakukan partisi hard disk. Untuk membuat partisi baru posisikan kursor pada Unnalocated space dan kemudian tekan menu drive options (advanced) untuk menampilkan opsi pembuatan partisi. Kita dapat menentukan ukuran partisi berdasarkan sisa kapasitas (space) hard disk yang tersisa. Selanjutnya klik "apply".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

Setelah pembuatan partisi selesai maka kita klik tombol "Next".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

6. Dalam proses instalasi, akan terjadi booting dan melanjutkan proses instalasi secara otomatis.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

7. Di bagian ini adalah pembuatan account pengguna Windows 7. Klik tombol "Next" untuk melanjutkan.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

8. Selanjutnya adalah membuat password (kata kunci) untuk user yang telah dibuat. Klik tombol "Next" untuk melanjutkan proses instalasi.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

9. Pada bagian ini Anda akan diminta untuk mengisi serial key. Klik "Next".
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

10. Pada bagian ini adalah pengaturan update Windows 7. Pilih opsi "Use Recommended Settings".

11. Selanjutnya pengaturan zona waktu. tanggal dan waktu. Lalu klik "Next.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

12. Pilih salah satu opsi untuk  pengaturan koneksi jaringan.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

13. Kemudian komputer akan merestart dan Windows 7 sudah berhasil diinstall.
Cara Mudah Install Windows 7 VirtualBox Lengkap+Gambar

Demikianlah artikel kali ini tentang cara mudah install Windows 7 VirtualBox Lengkap dengan gambar. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Mengetahui Penggunaan Media Penyimpanan Sistem Operasi

Mengetahui dan Memahami Penggunaan Media Penyimpanan pada Sistem Operasi - Media penyimpanan merupakan perangkat yang dapat digunakan untuk menyimpan data/informasi. Data disini dapat berupa dokumen, program atau lainnya. Cara menyimpan informasi pada media penyimpanan ini bermacam-macam, mulai dengan cara manual melalui penulisan tangan, vibrasi akustik pada perekaman suara, hingga modulasi elektromagnetik pada tape dan disk optik.

Berdasarkan aksesnya media penyimpanan dibedakan menjadi 2 macam, yakni media penyimpanan primer dan media penyimpanan sekunder. Media penyimpanan primer adalah media yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. RAM dan ROM adalah contoh media primer. Media penyimpanan sekunder adalah media yang aksesnya dilakukan melalui perantara media penyimpanan primer. Pada bahasan kali ini akan difokuskan pada media penyimapanan sekunder.

Media penyimpanan saat ini lebih banyak dikembangkan dengan menggunakan komponen-komponen elektronika. Oleh karena itu memerlukan daya untuk menyimpan dan membaca datanya. Kestabilan daya dapat mempengaruhi kinerja media. Bentuk dari media penyimpanan ini juga bermacam-macam, seperti harddisk usb flash drive, floppy disk, solid state drive dan sejenisnya.

Instalasi sistem operasi saat ini, khususnya Linux dapat dilakukan pada banyak jenis media penyimpanan baik itu harddisk, USB flash drive, floppy disk, CD ROM, DVD ROM, dan solid state drive. Sistem operasi yang dijalankan langsung melalui DVD/CD/USB flash drive dikenal sebagai Live Operating System. Ada banyak sistem operasi Linux yang mampu dijalankan secara langsung, diantaranya adalah Knoppix, Ubuntu, Mint, Slackware, dan Fedora. Jadi, dengan adanya Live OS ini memungkinkan semua orang dapat mencoba suatu sistem operasi baru tanpa perlu menginstalnya terlebih dahulu.

Selain jenis media penyimpanan yang telah ditujunkkan diatas, sekarang ada juga media penyimpanan online (cloud storage) yang sampai saat ini masih banyak digunakan untuk penyimpanan data atau file. Ada juga sistem operasi yang dapat diakses secara online (cloud operating system) seperti Google Chrome OS, ZeroPC.com, Jolicloud.com, iSpaces.com, dan eyeOS.com.

Mengetahui Penggunaan Media Penyimpanan Sistem Operasi


Pengelolaan Media Penyimpanan


Kegiatan yang tercakup dalam pengelolaan media penyimpanan ini meliputi.

a. Pemantauan kapasitas
b. Perluasan kapasitas
c. Migrasi media penyimpanan
d. Backup dan recovery
e. Virtualisasi sistem
f. Penghapusan data

Pemantauan Kapasitas


Perluasan ini merupakan kegiatan untuk menambah daya tampung dari suatu sistem dengan tambahan media penyimpanan. Redundant Array of Independent Disks (RAID) merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk menambah media penyimapanan. Dalam teknologi RAID media penyimpanan, dalam hal ini harddisk, dihubungkan satu sama lain sedemikian rupa hingga membentuk suatu kaitan.  Tujuannya tiada lain adalah untuk memperluas kapasitas, kemampuan dan kehandalan sistem.

Migrasi Media Penyimpanan


Kegiatan ini dapat dikatakan sebagai lanjutan dari proses pemantauan kapasitas yang dilakukan sebelumnya. Migrasi ini dapat terjadi karena beberapa alasan, misalnya karena adanya kebutuhan transfer data yang lebih besar besar dan lebih cepat. Proses migrasi media penyimpanan ini secara prinsip sama dengan menyalin setiap file yang ada di media penyimpanan lama ke yang baru. Aplikasinya, di Linux dapat menggunakan tr, dd, rsync atau sejenisnya.

Backup dan Restore


Mengingat pentingnya menjaga keutuhan data pada media penyimpanan, kegiatan ini memerlukan perhatian tersendiri. Materi lebih lanjut mengenai backup dan restore dapat dilihat pada materi tentang Backup dan Restore.

Virtualisasi/Kloning Sistem


Virtualisasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyalin suatu sistem ke media penyimpanan lain, sehingga memungkinkan untuk melakukan restore apabila terjadi masalah pada sistem berjalan saat ini. Aplikasinya dapat menggunakan dd, partimage, gparted ataupun clonezilla.

Penghapusan Data


Penghapusan data berkaitan dengan masalah keamanan data. Aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk melakukan operasi ini, diantaranya rm, srm, wipe, shred dan dd. Penghapusan ini sekiranya perlu diperhatikan agar jangan sampai menghapus file penting di sistem. Berikut ini diberikan beberapa format perintah penghapusan menggunakan rm.

rm -f /lokasi/file.ext
atau
rm -rf /lokasi/direktori

Perintah pertama dapat digunakan untuk meghapus file dan yang kedua untuk direktori beserta semua file yang ada didalamnya. Penghapusan semua file pada satu partisi dapat dengan menggunakan aplikasi shred, wipe ataupun dd.

Baca Juga : 4 Metode Instalasi Pada Sistem Operasi

Demikianlah artikel kali ini tentang Mengetahui Penggunaan Media Penyimpanan Sistem Operasi. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Sumber: Sistem Operasi Jaringan (2)

4 Metode Instalasi Pada Sistem Operasi

4 Macam-Macam/Jenis-Jenis Metode/Cara Instalasi Pada Sistem Operasi - Instalasi merupakan hal yang paling awal dilakukan sebelum membangun server. Instalasi ini mencakup dua hal, instalasi perangkat keras dan instalasi perangkat lunak. Sebagian server yang akan melayani komunikasi antar jaringan, maka sebuah server minimal harus memiliki 2 kartu jaringan. Satu untuk jaringan internal dan lainnya untuk jaringan eksternal. Persyaratan lain dalam instalasi server mengikuti syarat umum instalasi Sistem Operasi, seperti:

  • Jumlah RAM yang diperlukan
  • Besar ruang harddisk yang akan digunakan
  • Tipe dan kecepatan prosesor
  • Resolusi video/layar (diperlukan untuk sistem operasi GUI)

Informasi ini biasanya telah disediakan oleh perusahaan penyedia sistem operasi yang bersangkutan. Misal, untuk Sistem Operasi Debian Wheezy dengan Desktop memerlukan syarat perangkat komputer seperti berikut.

  • Prosesor minimal Pentium IV 1 GHz
  • RAM minimal 128 MB (Disarankan 512 MB)
  • Harddisk minimal 5 GB
4 Metode Instalasi Pada Sistem Operasi

Sistem operasi diinstall ke dalam bagian tertentu dari harddisk. Lokasi tertentu ini biasa dikenal dengan istilah partisi disk. Terdapat sejumlah metode/cara yang dapat digunakan untuk menginstall sistem operasi. Penentuan metode ini dapat didasarkan pada kondisi hardware, persyaratan sistem operasinya sendiri dan kebutuhan user. Berikut ini adalah 4 Jenis Instalasi sistem Operasi.

Jenis Metode Instalasi Sistem Operasi


1. Instalasi Baru


Opsi ini dapat digunakan apabila jaringan yang akan dibangun adalah jaringan baru, ataupun adanya penambahan perangkat server baru yang tidak mendukung sistem operasi jaringan yang ada saat ini. Jika memilih opsi ini maka semua data pada partisi terpilih akan dihapus. Apabila ada aplikasi yang sudah terinstall sebelumnya pada sistem operasi lama, maka nanti perlu diinstall kembali.

2. Upgrade


Opsi ini banyak digunakan pada sistem-sistem jaringan yang sudah berjalan. Opsi ini dilakukan biasanya karena adanya perbaikan fitur yang ada pada sistem operasi yang digunakan, termasuk juga karena fitur baru yang memang diperlukan. Dengan memilih opsi ini aplikasi yang sudah terinstall sebelumnya kemungkinan akan tetap dapat digunakan setelah upgrade. Opsi upgrade ini hanya akan mengganti file-file sistem operasi sebelumnya dengan yang baru.

3. Multi-boot


Apabila disyaratkan untuk ada lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer, maka opsi ini dapat dipilih untuk memungkinkan penggunaan lebih dari satu sistem operasi. Nantinya, setiap sistem operasi akan ditempatkan pada partisinya masing-masing. Oleh karena itu, perlu ada persiapan partisi sebelum melakukan instalasi multi-boot.

4. Virtualisasi


Virtualisasi ini merupakan teknik yang memungkinkan instalasi sistem operasi dilakukan diatas sistem operasi yang ada saat ini. Tidak dalam partisi tertentu namun dalam suatu file tertentu. File ini merupakan perwakilan dari suatu sistem komputer virtual. Satu komputer dapat memiliki lebih dari satu komputer virtual. Oleh karena itu, instalasi lebih dari satu sistem operasi juga dimungkinkan dengan teknik ini. Beberapa aplikasi yang memungkinkan untuk membuat sistem virtual ini adalah VirtualBox, VMWare, dan Virtual PC.


Demikianlah artikel kali ini tentang 4 Metode Instalasi Pada Sistem Operasi. Semoga bermanfaat bagi Anda. Jika Anda menyukai artikel ini tolong dibagikan dan tolong sukai fanpage kami untuk mendukung blog ini. Sekian dan terimakasih.

Sumber : Sistem Operasi Jaringan (1)

Sejarah Perkembangan Sistem Operasi Open Source

Sejarah Perkembangan Sistem Operasi Open Source (Lengkap) - Open Source adalah istilah untuk software yang kode programmnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut serta untuk disebarluaskan. Apabila pembuat program tersebut melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programmnya.

Open source merupakan salah satu syarat bahwa suatu software dikatakan "free software". Free software sudah pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Salah satu contoh free software adalah Linux.

Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source).

Sistem Operasi Open Source


Dimulai tahun 1994-1995, server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi yang lain.

Istilah dari open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan pada tahun 1998. Namun, sejarah piranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas Amerika seperti di Stanford University, University of California Berkeley dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1960-1970 an.

Pertama kali tumbuh dari sebuah komunitas pemograman yang berjumlah sedikit namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan setiap orang dapat memodifikasi program yang dibuat oleh orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya mereka sebarkan ke komunitas tersebut.

Perkembangan di atas dipelopori oleh Richard Stallman dan teman-temannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Pada awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lainnya bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Hal itu berakibat banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi kadaluarsa. Pengganti dari PDP-10, seperti VAX dan 68020, yang memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menandatangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

Oleh karena itu pada bulan Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak dapat mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Pada tahun 1985 beliau mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation.

Tujuan utama dari organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak : gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Walaupun begitu Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangnya.

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 Universitas Helsinki, Finlandia mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya dengan Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan secara bersama-sama.
Linus Torvalds

Komunitas Linux terus berkembang dimana-mana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, Debian dan lainnya. Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya Distro Debian GNU/Linux. Distro ini menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.

Free Software Foundation (FSF) selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang piranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi dalam pengembangan dasar Linux.

Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat dari piranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis piranti lunak tersebut.

Akan tetapi terminologi "free" yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi.

Para eksekutif di dunia bisnis juga mengkhawatirkan keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini juga mendorong munculnya terminologi "open source" dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Intiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan "Open Source", yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.

Baca Juga : Pengertian Sistem Operasi Beserta Jenis-jenisnya

Sumber : Ebook Sistem Operasi (2)

Pengertian Sistem Operasi Beserta Jenis-jenisnya

Pengertian Sistem Operasi Beserta Jenis-jenisnya - Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer dengan perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secara umum adalah suatu pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan untuk memudahkan dan memberi kenyamanan dalam penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer.

Pengertian Sistem Operasi Beserta Jenis-jenisnya


Ketika komputer dihidupkan pertama kali (powered on), maka komputer tersebut akan memanggil sistem operasi dari harddisk melalui RAM. Bagian dari sistem operasi yang berinteraksi langsung dengan perangkat keras komputer, disebut dengan kernel. Sedangkan bagian interface yang menghubungkan antara aplikasi dengan user, disebut dengan shell. User dapat berinteraksi dengan shell menggunakan mode text, yang sering disebut dengan command line interface (CLI) atau mode grafis, disebut dengan graphical user interface (GUI).

Secara struktur atau urutan, hubungan antara hardware, sistem operasi (Betriebssystem), software aplikasi (Anwendung) dan pengguna (Benutzer).

Sistem Operasi Jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan system operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam suatu jaringan komputer.

Dalam struktur sistem komputer, sistem operasi merupakan lapisan kedua setelah hardware, yang diletakkan pada media penyimpanan (harddisk) di komputer. Sistem operasi akan melakukan layanan inti umum untuk perangkat lunak aplikasi. Sistem operasi akan mengelola semua aktifitas komputer yang berkaitan dengan pengaksessan perangkat keras, pengelolaan proses seperti penjadwalan proses, dan pengelolaan aplikasi. Sistem operasi mempunyai peranan yang sangat penting.

Jenis-Jenis Sistem Operasi


1. DOS

Merupakan sistem operasi yang termasuk CUI (Character User Interface). Artinya sistem operasi DOS berkomunikasi dengan user melalui karakter-karakter teks. Dan pengguna memberi perintah kepada komputer dalam bentuk teks juga. Sistem CUI sekarang sudah digantikan dengan sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface) yaitu sistem operasi yang menampilkan pesan dan menerima perintah dari kita dalam bentuk grafis.

2. Microsoft Windows

Merupakan sistem operasi desktop proprietari yang dikembangkan oleh perusahaan Microsoft dengan pendirinya yaitu Bill Gates. Versi pertama sistem operasi ini adalah Windows 1.01 dirilis pada tahun 1985. Windows 8.1 yang dirilis oktober tahun 2013 dan yang terbaru yaitu Windows 10.

3. Apple Mac Os

Merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Apple. Sistem ini didesain sebagai sistem operasi yang ramah terhadap pengguna (user-friendly). Versi terkini sistem ini merupakan pengembangan dari sistem operasi UNIX.

4. UNIX/Linux

Unix diperkenalkan akhir tahun 1960-an, merupakan salah satu sistem operasi tertua. Kode program dari sistem operasi ini dibuka sehingga dapat diadopsi oleh berbagai perusahaan. Dari UNIX inilah sekarang banyak lahir sistem operasi baru yang merupakan turunannya. Linux juga merupakan sistem operasi turunan UNIX yang sama-sama membuka kode programnya untuk umum. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds dan versi 0.0.1 dirilis pada tahun 1991. Debian merupakan salah satu distribusi Linux yang dikembangkan oleh perusahaan komunitas Debian. Debian 7 Wheezy, merupakan versi teranyar dari sistem operasi Linux ini. Selain Debian masih banyak lagi distro Linux lainnya seperti Fedora, Ubuntu, OpenSuSE, dan Slackware. Android sebagai sistem operasi mobile juga termasuk turunan dari sistem operasi Linux.

Baca Juga : Pengertian Sistem Operasi Jaringan dan Fungsinya

Sumber : Ebook Sistem Operasi Jaringan (1)
Ebook Sistem Operasi (2)